Jumat, 18 Februari 2011

AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN PEMBAYARAN KEMBALI MODAL

CHAPTER 20

AUDIT ATAS SIKLUS PEROLEHAN DAN

PEMBAYARAN KEMBALI MODAL


 

4 (Empat) ciri khas siklus perolehan dan pembayaran kembali modal :

  1. Relatif sedikit transaksi yang mempengaruhi saldo-saldo perkiraan di atas tetapi seringkali setiap transaksi jumlahnya material.
  2. Tidak dimasukkannya satu transaksi yang jumlahnya tersendiri mungkin material.
  3. Terdapat hubungan hukum antara satuan usaha klien dan pemegang saham, obligasi atau dokumen- dokumen kepemilikan yang serupa.
  4. Terdapat hubungan langsung antara perkiraan bunga dan dividen dengan pinjaman dan modal.


 

WESEL BAYAR

Wesel bayar dalah kewajiban hukum terhadap kreditor yang mungkin dijamin oleh aktiva ataupun sama sekali tidak dijamin.

Metodologi perancangan penujian terinci atas saldo untuk wesel bayar :

  • Tentukan materialitas dan tetapkan risiko audit dan risiko bawaan yang dapat diterima untuk wesel bayar.
  • Tetapkan risiko pengendalian untuk wesel bayar.
  • Rancang dan pelaksanaan pengujian atas pengendalian, pengujian substantif tas transaksi, dan prosedur nalitis untuk siklus perolehan dan pembayaran, dan siklus penjualan dan penerimaan kas.
  • Rancang dan laksanakan prosedur analitis untuk saldo wesel bayar.
  • Rancang pengujian terinci atas saldo wesel bayar untuk memenuhi tujuan spesifik audit.
    • Prosedur audit
    • Ukuran sampel
    • Pos/unsur yang dipilih
    • Saat pelaksanaan

Tujuan audit atas wesel bayar adalah untuk menentukan apakah :

  1. Struktur pengendalian intern terhadap wesel bayar cukup memadai.
  2. Transaksi- transaksi berkenaan dengan pinjaman yang melibatkan pokok serta bunga wesel telah diotorisasi secara pantas dan telah dicatat sesuai dengan keenam tujuan audit.
  3. Utang akibat wesel bayar dan beban bunga dan kewajiban yang masih harus dibayar yang berhubungan, telah dinyatakan dengan pantas sesuai dengan delapan dari sembilan tujuan pengujian terinci atas saldo.


 

Tedapat 4 (empat) pengendalian intern yang penting atas wesel bayar :

  1. Otorisasi yang pantas atas penerbitan wesel baru.
  • Tanggung jawab atas penerbitan wesel baru harus terletak pada dewan direksi atau manajemen puncak.
  • Diperlukan dua tanda tangan pejabat tinggi perusahaan untuk setiap perjanjian pinjaman.
  • Jumlah pinjaman, tingkat bunga, syarat-syarat pembayaran, dan aktiva yang dijaminkan harus menjadi bagian dari pejanjian pinjaman yang diotorisasikan.
  1. Pengendalian yang mencukupi atas pembayaran pokok pinjaman dan bunga.
  • Pembayaran bunga dan pokok pinjaman harus dikendalikan sebagai bagian dari siklus perolehan dan pembayaran.
  • Pada saat wesel diterbitkan, bagian akuntansi harus menerima satu tindasan seperti halnya penerimaan faktur pemasok dan laporan penerimaan barang.
  • Bagian utang secara otomatis harus mengeluarkan cek untuk wesel yang telah jatuh tempo.
  • Tindasan wesel merupakan dokumen pendukung untuk pembayaran.
  1. Dokumen dan catatan yang pantas.
  • Meliputi buku tambahan dan pengawasan terhadap wesel-wesel kosong atau yang telah dibayar oleh seorang petugas yang bertanggung jawab.
  • Wesel-wesel yang telah dibayar harus dibatalkan dan disimpan oleh pejabat yang berwenang.
  1. Verifikasi independen secara periodik.
  • Secara periodik catatan-catatan wesel yang dibuat terinci harus direkonsiliasikan dengan buku besar dan dibandingkan dengan catatan pemegang wesel, oleh pegawai yang tidak mempunyai tanggung jawab atas pencatatan rinci.
  • Pegawai yang independen harus menghitung kembali beban bunga wesel untuk menguji keakuratan dan kecukupan pencatatan.


 

Pengujian atas transaksi-transaksi wesel bayar meliputi penerbitan wesel bayar dan pembayaran kembali pokok pinjaman serta bunga.

Prosedur analitis merupakan hal yang esensial untuk wesel bayar karena pengujian terinci atas beban bunga dan bunga terutang seringkali dapat dieliminasi pada saat hasilnya menguntungkan.


 

3 (tiga) tujuan terpenting dalam audit atas wesel bayar :

  • Seluruh wesel bayar yang ada telah disertakan (completeness).
  • Wesel bayar dalam skedul dinilai dengan pantas (accuracy).
  • Wesel bayar telah diungkapkan secara pantas (presentation & disclosure).


 

Tujuan spesifik audit 

Prosedur pengujian terinci

Atas saldo yang lazim 

Komentar


 

Wesel bayar dalam skedul wesel bayar sesuai dengan register wesel tagih atau bekas induk milik klien & jumlahnya benar dan sesuai dengan buku besar

Periksa penjumlahan ke bawah lis wesel bayar mengenai wesel bayar dan utang bunga.

Telusuri totalnya ke buku besar

Telusuri wesel tagih individual ke berkas induk

Seringkali prosedur ini dilakukan 100% karena ukuran populasinya yang kecil. 

Wesel bayar dalam skedul adalah ada (existence). 

Konfirmasikan wesel bayar.

Periksa salinan wesel bayar mengenai otorisasi.

Periksa notulen rapat mengenai persetujuan pinjaman.

Tujuan eksistensi tidak sepenting tujuan kelengkapan atau akurasi 

Wesel bayar yang ada telah dimasukkan ke dalam skedul wesel bayar (kelengkapan) 

Periksa wesel yang dibayar setelah akhir tahun untuk menentukan apakah sudah dicatat sebagai kewajiban pada tanggal neraca.

Dapatkan konfirmasi bank standar yang meliputi acuan khusus terhadap keberadaan wesel bayar dari seluruh bank dimana klien melakukan bisnis.

Telaah konfirmasi bank atas wesel baru yang dikredit langsung ke ekening koran oleh bank.

Dapatkan konfirmasi dari kreditor yang telah memegang wesel dari klien di masa lalu dan saat ini tidak dimasukkan dalam skedul wesel bayar. Hal ini sama dengan konsep konfirmasi 'saldo nol' dalam utang usaha.

Dapatkan konfirmasi standar untuk wesel yang dijaminkan berdasarkan uniform comercial code (di Amerika Serikat).

Analisa beban bunga untuk menemukan pembayaran kepada kreditur yang tidak dimasukkan ke dalam wesel bayar. Prosedur ini dilaksanakan secara otomatis kalau skedulnya serupa dengan yang terdapat dalam Gambar-3 karena seluruh pembayaran bunga direkonsiliasi dengan buku besar.

Tujuan ini penting untuk menemukan baik kekeliruan maupun ketidakberesan. 3 (tiga) prosedur pertama dilakukan pada kebanyakan audit. Yang lainnya seringkali dilakukan hanya kalau pengendalian intern lemah.


 

Wesel bayar dan utang bunga dalam skedul adalah akurat (accuracy) 

Periksa salinan kopi dari wesel bayar atas pokok dan tingkat bunganya.

Konfirnasikan wesel bayar, tingkat bunga, dan tanggal pembayaran bunga terakhir dengan pemegang wesel.

Hitung kembali hutang bunga. 

Dalam beberapa kasus mungkin diperlukan ntuk menghitung, dengan menggunakan teknis present value, inputed interest rate, atau jumlah pokok wesel. Satu contoh adalah bila peralatan dibeli dengan wesel.

Wesel bayar dalam skedul diklasifikasikan dengan pantas (klasifikasi). 

Perikssa tanggal jatuh tempo dalam salinan kopi wesel untuk menentukan apakah seluruh atau sebagian wesel merupakan kewajiban tidak lancar.

Telaah wesel untuk menentukan apakah ada yang merupakan wesel dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa atau utang usaha.


 

Wesel bayar dimasukkan dalam peiode yang sesuai (pisah batas). 

Periksa salinan kopi dari wesel untuk menentukan apakah wesel telah ditanggali pada atau sebelum tanggal neraca.

Wesel seharusnya dicatat sebagai kewajiban periode berjalan kalau ditanggali pada atau sebelum tanggal neraca.  

Perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayar wesel bayar (obligation). 

Periksa wesel untuk menentukan apakah perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayar.

 

Wesel bayar, beban bunga, dan uatang bunga diungkapkan dan disajikan dengan pantas (penyajian dan pengungkapan). 

Periksa salinan kopi wesel.

Konfirmasikan wesel bayar.

Periksa wesel, notulen, dan konfirmasi bank atas pembatasan-pembatasan.

Periksa neraca untuk pengungkapan yang pantas atas bagian tidak lancar pihak dengan hubungan istimewa, aktiva yang digadaikan sebagai jaminan wesel, dan pembatan yang berasal dari wesel bayar. 

Penyajian laporan yang pantas, meliputi pengungkapan catatan kaki, merupakan pertimbangan utama dalam wesel bayar.


 

Modal Pemilik

Tujuan dari audit atas modal adalah untuk menentukan apakah :

  • Struktur pengendalian intern terhadap modal dan deviden yang berkaitan mencukupi.
  • Transaksi-transaksi modal telah dicatat sesuai dengan ke 6 tujuan audit.
  • Saldo-saldo modal pemilik telah dilaporkan dan diungkapkan sesuai dengan tujuan pengujian terinci atas saldo.


 

Pengendalian Intern :

  1. Otorisasi yang pantas atas transaksi
  • Pengeluaran modal saham
  • Pembelian kembali modal saham
  • Pernyataan pembagian deviden
  1. Pencatatan yang pantas dan pemisahan tugas

    Prosedur yang teroenting untuk mencegah kekeliruan dalam modal :

  • Kebijakan yang jelas untuk pembuatan sertifikat saham dan pencatatan transaksi modal saham
  • Verifikasi intern yang independen terhadap informasi dalam catatan.

Pengendalian atas modal saham yang digunakan oleh banyak perusahaan adalah penggunaan buku sertifikasi saham dan berkas induk pemegang saham.

Buku Sertifikasi saham merupakan catatan penerbitan dan pembelian kembali saham selama umur perusahaan. Berkas induk pemegang saham merupakan catatan saham yang beredar pada suatu waktu tertentu

  1. Petugas dan agen penjualan (pialang) saham yang independen.

    Perusahaan yang mengeluarkan sahamnya di pasar modal, diharuskan menggunakan petugas catat yang bebas sebagai suatu alat pengendalian untuk mencegah pengeluaran sertifikat saham yang tidak absah. Tanggung jawab petugas catat yang bebas adalah memastikan bahwa saham yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan sesuai dengan kebijakan mengenai saham dalam akte pendirian perusahaan dan otorisasi dewan direksi. Petugas catat bertanggung jawab menandatangani seluruh sertifikat saham yang baru dikeluarkan dan menyimpan serta membatalkan sertifikat lama sebelum sertifikat pengganti diterbitkan, dalam hal ada penggantian kepemilikan saham.


 

Audit atas capital stock dan paid-in capital

Terdapat 4 (empat) hal yang penting dalam audit terhadap modal saham dan agio saham :

  1. Seluruh transaksi modal saham yang ada telah dicatat.
  2. Transaksi saham yang dicatat telah diotorisasi dan dinilai dengan pantas.
  3. Modal saham dinilai dengan pantas.
  4. Modal saham diungkapkan dengan pantas.


 

Tujuan-tujuan terpenting dari pengendalian atas dividen , termasuk yang berkaitan dengan utang dividen :

  • Dividen yang dicatat telah diotorisasi.
  • Dividen yang ada seluuhnya telah dicatat.
  • Dividen telah dinilai dengan pantas.
  • Dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham adalah absah.
  • Utang dividen telah dicatat.
  • Utang dividen telah dinilai dengan pantas.


 


 


 

---------------------mj---------------------

0 comments:

Poskan Komentar