Jumat, 18 Februari 2011

AUDITING KEUANGAN INTERN DAN PEMERINTAH DAN AUDITING OPERASIONAL

CHAPTER 24

AUDITING KEUANGAN INTERN DAN PEMERINTAH

DAN AUDITING OPERASIONAL


 

AUDIT KEUANGAN INTERN

  • Auditor intern dalam audit keuangan bertanggungjawab untuk mengevaluasi apakah SPI perusahaan telah dirancang dan berjalan efektif dan apakah L/K telah disajikan dengan wajar.

  • Auditor ektern mengandalkan auditor intern dalam hal penggunaan model risiko audit. Jika fungsi auditor intern efektif, maka auditor ekstern akan mengurangi risiko pengendalian dan selanjutnya mengurangi pengujian substantif. Auditor ektern menganggap auditor intern efektif jika mereka independen terhadap unit-unit operasi yang sedang dievaluasi, kompeten dan terlatih, dan telah melaksanakan pengujian audit yang relevan atas SPI dan L/K.
  • PSA 33 (SA 322) mengijinkan auditor ektern menggunakan auditor intern untuk membantu audit secara langsung yang berarti auditor ektern boleh memperlakukan auditor intern seperti stafnya sendiri. Risiko yang timbul adalah kurangnya kompetensi dan independensi pelaksanaan oleh auditor intern tetapi insentif bagi manajemen adalah pengurangan imbalan jasa audit dan bagi KAP adalah mempertahankan klien.


 

AUDIT KEUANGAN PEMERINTAH

Saat memasuki arena audit ketaatan pemerintah, auditor harus menguasai standar audit yang berlaku umum dan kumpulan dokumen, undang-undang dan peraturan-peraturan audit pemerintah. Hal pertama yang harus dilakukan auditor adalah mengembangkan pengetahuan profesi secara luas.


 

AUDITING OPERASIONAL

Perbedaan :

Uraian

 

Audit Keuangan 

Audit Operasional 

Tujuan Audit 

Apakah informasi historis dicatat dengan benar

Berorientasi masa lalu 

Penekanan pada efektifitas dan efisiensi

Berorientasi pada kinerja operasi masa depan 

Distribusi Laporan 

Ditujukan pada para pemegang saham, kreditor, pemerintah,dll

Pemilihan kata yang tepat perlu ditentukan dlm L/K karena laporan itu akan didistribusikan secara luas.

Ditujukan pada manajemen

Laporan audit operasional berbeda-beda untuk masing-masing audit karena terbatasnya distribusi laporan operasional dan beragamnya sifat audit untuk efektifitas dan efisiensi

Keterlibatan Bidang Bukan Keu. 

Dibatasi pada hal yang langsung mempengaruhi kelayakan penyajian L/K 

Banyak melibatkan berbagai kegiatan yang luas sehingga mencakup banyak aspek efisiensi dan efektifitas. 


 

AUDIT OPERASIONAL DAN AUDITOR OPERASIONAL

Efektifitas Kontra Efisiensi

  • Sebelum audit operasional untuk efektifitas dapat dilaksanakan, harus ada kriteria tertentu mengenai apa yang dimaksud dengan efektifitas.
  • Sebelum audit operasi dapat bermakna, harus ada kriteria tertentu mengenai apa yang dimaksud dengan melakukan secara lebih efisien.
  • Beberapa jenis ketidakefisienan yang sering terjadi dan sering tidak terungkap melalui audit operasional :

Jenis Ketidakefisienan 

Contoh 

Biaya perolehan barang atau jasa sangat tinggi 

Penawaran untuk pembelian tidak diwajibkan

Tidak tersedianya bahan baku untuk produksi ketika dibutuhkan 

Seluruh jalur perakitan harus dihentikan karena bahan yang diperlukan tidak diorder. 

Terdapat duplikasi pada pekerjaan karyawan 

Catatan produksi yang sama disimpan oleh bg produksi maupun bagian akuntansi karena mereka tidak tahu tugasnya masing-masing.

Terlalu banyak pegawai 

Pekerjaan kantor dapat dilakukan lebih efektif bila satu orang sekretaris dikurangi 

Pekerjaan dilakukan tanpa tujuan 

Tembusan faktur penjual maupun laporan penerimaan dikirimkan ke bg produksi yang menyimpan dokumen itu tanpa pernah digunakan.

Hubungan antara Audit Operasional dan Pengendalian Intern

Hal penting dalam penyusunan SPI yang baik :

  • Keandalan pelaporan keuangan
  • Ketaatan pada hukum dan peraturan yang sudah ditetapkan
  • Efisiensi dan efektifitas operasional.

Perbedaan dalam evaluasi dan pengujian atas pengendalian intern untuk audit keuangan dan operasional :

  1. Tujuan utama evaluasi atas pengendalian intern, pada audit keuangan untuk menentukan luas pengujian audit substantif yang diperlukan dan membuat rekomendasi operasional kepada manajemen. Untuk audit audit operasional bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas SPI dan membuat rekomendasi kepada manajemen.
  2. Ruang lingkup evaluasi pengendalian intern, pada audit keuangan terbatas pada hal-hal yanng mempengaruhi akurasi L/K, sedangkan audit operasional mencakup setiap pengendalian yang mempengaruhi efisiensi dan efektifitas.

Jenis-jenis Audit Operasional

  1. Audit Fungsional

    Berkaitan dengan sebuah fungsi atau lebih dalam suatu organisasi misalnya fungsi penggajian suatu divisi atau perusahaan untuk keseluruhan.

    Keunggulannya : memungkinkan adanya spesialisasi oleh auditor. Auditor tertentu dalam staf audit intern dapat mengembangkan banyak keahlian dalam suatu bidang dan lebih efisien menggunakan seluruh waktu untuk memeriksa bidang tersebut.

    Kekurangannya : tidak dievaluasinya fungsi yang saling berkaitan.

  2. Audit Organisasional

    Menyangkut keseluruhan organisasi seperti departemen, cabang atau anak perusahaan. Penekanan adalah seberapa efisien dan efektif fungsi-fungsi saling berinteraksi.

  3. Penugasan Khusus

    Timbul atas permintaan manajemen, misalnya : penentuan penyebab tidak efektifnya sistem PDE, penyelidikan kemungkinan kecurangan dalam suatu divisi dan membuat rekomendasi untuk mengurangi biaya produksi suatu barang.

Jenis-jenis Auditor yang melaksanakan audit operasional :

  1. Auditor Intern
  2. Auditor Pemerintah
  3. Akuntan Publik Terdaftar.

Independensi dan Kompetensi Auditor Operasional

    Tanggungjawab auditor operasional dapat mempengaruhi independensi mereka. Auditor tidak boleh bertasnggungjawab untuk melaksanakan fungsi-fungsi operasi dalam sebuah perusahaan atau untuk memperbaiki kekurangan bila ditemukan operasi yang tidak efektif atau tidak efisien.

    Auditor diperbolehkan memberi rekomendasi perubahan-perubahan dalam operasi, tetapi pelaksana operasi memiliki wewenang untuk menerima atau menolak rekomendasi-rekomendasi itu.

Persyaratan independen sesuai Statement of Responsibilities of Internal Auditing :

  • Auditor intern harus bersikap independen terhadap aktivitas yang mereka periksa. Auditor inten adalah independen bila mereka dapat melaksanakan pekerjaan mereka secara bebas dan obyektif. Independensi memungkinkan auditor intern menyampaikan pertimbangan yang tidak memihak dan tidak menyimpang yang perlu bagi pelaksanaan audit yang layak. Ini dicapai melalui status organisasi dan obyektifitas.

Obyektifitas mengharuskan auditor intern mempunyai sikap mental independen dan jujur dalam bekerja. Prosedur pembuatan konsep, perancangan, pemesangan dan pengoperasian sistem, bukan fungsi audit. Melaksanakan aktifitas-aktifitas itu dapat merusak obyektifitas audit.

Kompetensi diperlukan untuk menentukan penyebab masalah-masalah operasional dan membuat rekomendasi yang sesuai. Kompetensi merupakan masalah utama bila audit operasional menyangkut masalah-masalah operasi yang bercakupan luas


 

KRITERIA UNTUK MENGEVALUASI EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS

Sumber-sumber kriteria :

  • Kinerja Historis (historical performance)

    Seperangkat kinerja yang sederhana dapat didasarkan pada hasil sebenarnya (atau hasil audit) dari periode sebelumnya. Kriteria ini didasarkan untuk membandingkan apakah yang telah dilakukan menjadi lebih baik atau lebih buruk. Kriteria ini mudah dibuat tetapi mungkin tidak memberikan pandangan mendalam mengenai seberapa baik atau buruk sebenarnya unit usaha yang diperiksa dalam melakukan sesuatu.

  • Kinerja yang Dapat Diperbandingkan (benchmarking)

    Sebagian besar kesatuan yang menjalani audit operasional tidak bersifat unik; terdapat banyak kesatuan yang sama didalam keseluruhan organisasi atau diluarnya sehingga data kinerja dari kesatuan yang dapat diperbandingkan merupakan sumber yang baik untuk mengembangkan kriteria. Untuk kasatuan internal yang dapat diperbandingkan, data biasanya sudah tersedia. Data juga tersedia pada kelompok industri dan lembaga pemerintah yang berwenang.

  • Standar Rekayasa (engineered standards)

    Kriteria ini seringkali memakan waktu dan biaya yang besar dalam pengembangannya, karena memerlukan banyak keahlian tetapi standar ini mungkin sangat efektif dalam memecahkan masalah operasional yang utama dan biaya yang dikeluarkan akan berharga.

  • Diskusi dan Kesepakatan (discussion & agreement)

    Pihak yang terlibat dalam proses ini harus meliputi manajemen kesatuan yang diperiksa, auditor operasional dan kesatuan atau orang-orang yang akan mendapat laporan tentang temuan-temuan yang didapat.

Tahap-tahap dalam Auditing Operasional

  1. Perencanaan
  • Auditor operasional harus menentukan ruang lingkup penugasan dan menyampaikan kepada unit organisasi, menentukan staf yang tepat dalam penugasan, mendapatkan informasi mengenai latar belakang unit organisational, memahami SPI dan memutuskan bahan bukti yang tepat yang harus dikumpulkan.
  • Perbedaan perencanaan dengan audit keuangan :
    • Beragamnya audit operasional menyebabkan sulit memutuskan tujuan-tujuan khusus pada suatu audit operasional. Tujuannya akan didasarkan pada kriteria yang akan dikembangkan untuk penugasan dan hai ini tergantung pada situasi yang ada.
    • Penentuan staf pada audit operasional lebih rumit karena luasnya penugasan, bidang yang beraneka ragam dan tujuan tiap bidang mungkin memerlukan ketrampilam teknis yang khusus.
    • Pentingnya penggunaan lebih banyak waktu dengan pihak-pihak yang berkepantingan untuk mendapatkan kesepakatan maksud penugasan dan kriteria untuk evaluasi yang akan mempermudah penyelesaian audit operasional yang efektif dan efisien.
  1. Pengumpulan dan Evalusi Bahan Bukti
  • Karena pengendalian intern dan prosedur operasi merupakan bagian yang kritis dalam audit operasional, maka dokumentasi ,tanyajawab dengan klien dan pengamatan, sering digunakan secara ekstensif.
  • Konfirmasi dan ketepatan perhitungan kurang ekstensif karena ketepatan bukan merupakan tujuan kebanyakan audit operasional.
  • Auditor operasional harus mengumpulkan cukup bahan bukti kompeten agar dapat menjadi dasar yang layak untuk menarik suatu kesimpulan mengenai tujuan yang sedang diuji.
  1. Pelaporan dan Tindak Lanjut
  • Perbedaan laporan audit operasional :
  1. Dalam audit operasional, laporan biasanya dikirim hanya untuk pihak manajemen, dan satu salinan untuk unit yang diperiksa.Tidak adanya pemakai pihak ketiga, mengurangi kebutuhan akan pembakuan kata-kata dalam laporan audit operasional.
  2. Keragaman audit operasional memerlukan penyusunan laporan secara khusus untuk menyajikan ruang lingkup audit, temuan-temuan dan rekomendasi-rekomendasi.
  3. Penulisan laporan seringkali banyak memakan waktu agar temuan dan rekomendasi audit dapat disampaikan secara jelas.
  • Adanya tindak lanjut dalam audit operasional jika rekomendasi disampaikan pada manajemen dan bertujuan untuk memastikan apakah perubahan-perubahan yang direkomendasikan telah dilakukan dan jika tidak , mengapa ?


     

----------------mj----------------


 


 


 

0 comments:

Poskan Komentar