Kamis, 10 Februari 2011

Catatan Materi Budaya Nusantara Bu Woro Aryandini - 2010/2011

Catatan Materi Budaya Nusantara Bu Woro Aryandini - 2010/2011


- Latar belakang Timor Leste lepas dari Indonesia yaitu

Dahulu Timor Leste merupakan jajahan portugis, saat itu pemerintah portugis tak menyuruh masyarakat Timtim untuk berkerja mengabdi pada pemerintah. Mereka hanya ditarik pajak saja, Lain dengan di jawa dimana penduduk lokal disuruh kerja rodi. Jadi tidak ada budaya “menyuruh” di Timtim, ketika Indonesia berhasil merebut Timtim dari portugis terdapat dua kesalahan yaitu



1. Indonesi masuk bukan dengan diplomasi politik tapi dengan konfrontasi

militer.

2. Setelah berhasil menguasai Timtim, orang investor dari pemerintah seakan akan menyuruh warga timtim untuk bekerja keras, padahal sebelumnya mereka tidak diperlakukan seperti itu ketika dijajah portugis



VI. Kebudayaan Bali

- Kasta merupkan bentuk stratifikasi sosial yang bersifat tertutup yang tedapat di Bali. Budaya kasta ini berasal dari kebudayaan india yang merupakan tempat berasalnya agama hindu yang dipeluk oleh sebagian besar masyarakat Bali. Walau sama2 memeluk agama hindu tetapi terdapat perbedaan antara hindu bali dengan hindu yang ada di India. Salah satu conth yaitu jika ada suami yang mati maka istri akan ikut membakar diri jika di India, tetapi di Bali tidak seperti itu.



Tri Hita Karana merupakan produk nilai kearifan lokal yang telah bersemayam di kalbu nenek moyang kita semenjak awal peradaban Jawa, baik di era Mataram Hindu, Kediri, Singosari, Majapahit hingga Mataram Islam jilid ke dua di bawah Pangeran Mangkubumi di Kasultanan Ngayojakarta Hadiningrat. Di masa akhir pemerintahan Brawijaya V, ketika Majapahit mencapai era senja kalaning



kedhaton, sebagian penganut Hindu Dharma bermigrasi mengungsi ke Pulau

Dewata dan kemudian menjadi penduduk mayoritas di sana di samping suku Trunyan sebagai penduduk asli Bali. Begitupun konsep Tri Hita Karana kemudian terpelihara lestari di kalangan masyarakat Bali hingga dewasa ini.



Tri Hita Karana merupakan trilogi konsep hidup dimana Tuhan, manusia dan alam berdiri di masing-masing sudut sebagai unsur mutlak terselenggaranya denyut nadi alam raya. Dunia semesta dibagi menjadi tiga lapis alam. Pertama alamParahyangan, alam malakut di mana Tuhan bersinggasana. Kedua alam



Pawongan, alam manusia dimana manusia melangsungkan hidupnya pada

dimensi jasmani maupun rohaninya. Alam ketiga adalah alamPe lemahan, alam semesta raya di bawah derajat manusia, seperti dunia tumbuhan, binatang, atau pendek kata merupakan lingkungan hidup.



Terselenggaranya keselarasan dan keharmonisan hidup manusia sebenarnya mutlak merupakan keselarasan dari ketiga dimensi alam tersebut. Manusia harus taat dan patuh terhadap aturan dan hukum alam yang telah digariskan kepadanya melalui ajaran agama yang telah diturunkan oleh Tuhan. Agama berasal dari bahasa Sansekertaa-gama,a berarti tidak dangama berarti kacau. Jadi agama mempunyai makna sebagai instrumen atau metodologi untuk mengatur segala segi kehidupan manusia agar tidak terjadi kekacauan dalam kehidupan dan sebaliknya keselarasan, ketentraman dan kedamaian hidup dapat dicapai.



Dilanggarnya norma dan aturan agama yang telah digariskan Tuhan akan berakibat terjadinya degradasi moral manusia yang akan menjadikan manusia menurutkan hawa nafsu untuk memenuhi segala hasrat hidupnya tanpa memperdulikan kaidah norma hidup, sehingga akan menimbulkan berbagai masalah sosial dan lingkungan hidup. Lingkungan hidup akan dieksploitasi dengan semena-mena tanpa memperhitungkan tata kelola lingkungan sehingga terjadi kemerosotan daya dukung lingkungan terhadap manusia, dan akibatnya akan timbul bencana dimana-mana sebagai balas dendam alam terhadap manusia



- Dalam kepercayaan masyarakat Bali, Gunung Agung merupakan tempat

bersamayamnya tuhan.

- Dalam budaya Bali orang tua tidak boleh memukl anaknya di Kepala

- Konsep tri hita karana juga terwujud pada sesajen yang terdapat di rumah

- Ngaben bertujuan agar jasad yang terbakar bisa kembali menyatu dengan alam

- Orang Laki2 sering bersabung ayam karena menganggap diri mereka ayam

- Di desa trunyan mayat manusia ditaruh begitu saja di dahan2 pohon

VII . Budaya Irian

- Menurut legenda, suku bangsa di Irian berasal dari 3 kerajaan besar yang dahulu

tinggal di pulau tersebut pada masa lampau.

- Dulu irian merupakana bagian dari Majapahit: ada yang pernah menyebutkan

bahwa Raja Brawijaya pernah disembuhkan oleh orang yang berasal dari Irian

- Etos kebudayaan suku bangsa di Irian adalah perang

- Perang suku terjadi merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Hal ini untuk mengatur agar perkembang biakkan babi tidak berlebihan.

- Jika pertumbuhan babi berlebihan maka wanita irian akan mengalami kesulitan

karena selain merawat, mereka juga menyusui bayi babi tersebut.

- Untuk mengurangi jumlah babi tersbut maka diadakanlah perang, Dalam prosesi perang terjadi 3x upacara untuk memakan babi yaitu pada saat akan perang, pada saat menghitung jumlah korban perang, dan pada saat perang berakhir.



- Dengan berakhirnya perang maka keseimbangan alam akan kembali dengan

bnyaknya jumlah babi yang dimakan dalam prosesi perang tersebut.

- Ritual pemenggalan kepala merupakan wujud kejantanan bagi pihak lelaki, kepala

hasil penggalan tersebut dijadikan mas kawin

* Latar Belakang Kasus penyerbuan freeport/:

Kunci masalah itu adalah adanya perbedayaan budaya antara masyarakat asing dengan masyarakat lokal irian. Bagi masyarakat eropa, mereka akan melakukan eksplorasi secara maksimal atas SDA yg dimiliki.



Freeport sebagai pengusaha asing ternyata tidak hanya mengambil tembaga dari tanah irian tetapi juga mereka juga mengambil emas, uranium, maka Indonesia tentu rugi, selain itu masyarakat asli disekitar situ tidak boleh memasuki kawasan freeport



Selain itu freeport juga mencemari sungai2, sehingga ikan yang jadi buruan warga asli pun menjadi mati, kemudian juga ketika warga mendulang sisa emas yang terdapat pada limbah yang mengalir di sungai pun mengalami penembakan.



Kebudayaan Bugis Makassar

Budaya Siri’ Na Pacce

• - Sirri : Siri’ = Rasa Malu; Daya pendorong untuk membinasakan pihak yang

telah menyinggung kehormatan;

•"...aja mumae’lo nabe’tta taue’ makkalla ‘ ricappa’na lete’ngnge…”.

Janganlah engkau mau didahului orang menginjakkan kaki diujung titian.

•"...naia riasengage’ to warrani maperengnge’ nare’kko moloio roppo-roppo ri

laommu, rewe’ko paimeng sappa laleng molai…”.

Yang disebut orang berani ialah yang kuat dan unggul bertahan, Jikalau menghadapi rintangan berat yang tak dapat kau lalui, kembalilah memikirkan jalan atau cara untuk mengatasinya.



• - Pacce =Pacce



ikut merasakan penderitaan orang lain



empati

•Pauno siri’, ma’palete pesse’ ri pa’masareng esse’.



kehormatan bisa menyebabkan kematianmu, dan rasa iba bisa

membawamu ke alam baka.



siri’ dan pesse’ harus tetap ada keseimbangan agar bisa saling

menetralisir titik ekstrim masing-masing

- Perahu Phinisi sebenarnya merupakan teknologi milik suku mandar yang dikenal

dengan Perahu Sandek

- Buggi merupakan sebutan bagi orang suci dalam kebudayaan bugis makassar, konsep orang suci ini hampir mirip dengan pensucian orang tibet terhadap Dalai Lama

1 comments:

Anonymous mengatakan...

vote

Poskan Komentar