Jumat, 18 Februari 2011

LAPORAN AUDIT (AUDIT REPORT)

CHAPTER II

LAPORAN AUDIT (AUDIT REPORT)


 

Standar pelaporan yang keempat :

"Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam semua hal yang nama auditor dihubungkan dengan laporan keuangan, laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor, jika ada, dan tingkat tanggung jawab auditor yang bersangkutan"


 

Laporan Audit Standar Dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian

Kondisi Untuk Laporan Wajar Tanpa Pengecualian

Laporan bentuk ini digunakan apabila kondisi berikut terpenuhi:

  1. Semua laporan keuangan: Neraca, Laporan Rugi Laba, Perhitungan Laba Ditahan, dan Laporan Arus Kas, sudah tercakup di dalam laporan keuangan.
  2. Ketiga standar umum telah diikuti sepenuhnya dalam penugasan.
  3. Bahan bukti yang cukup telah dikumpulkan dan auditor telah melaksanakan penugasan dengan cara yang memungkinkan baginya untuk menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangan sudah terpenuhi.
  4. Laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Ini berarti bahwa pengungkapan yang memadai telah disertakan dalam catatan kai dan bagian lain dari laporan keuangan.
  5. Tidak terdapat situasi yang memerlukan penambahan paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata dalam laporan keuangan.


 

Bagian-Bagian Dari Laporan Audit Standar

  1. Judul Laporan

    Standar auditing mengharuskan pemberian judul dan harus memuat kata independen.

  2. Alamat yang dituju laporan audit

    Laporan biasanya ditujukan kepada perusahaan yang bersangkutan, pemegang saham, atau dewan direksinya.

  3. Paragraf pendahuluan

    Paragraf pertama ditujukan untuk tiga hal:

    1. Paragraf ini merupakan pernyataan sederhana bahwa KAP bersangkutan telah melaksanakan audit.
    2. Paragraf ini mencantumkan laporan keuangan yang diaudit, termasuk tanggal neraca, dan periode akuntansi untuk laporan rugi laba dan laporan arus kas.
    3. Paragraf ini menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor hanyalah untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit
  4. Paragraf ruang lingkup

    Menyatakan bahwa audit dirancang untuk dapat memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material yaitu auditor hanya bertanggung jawab untuk mencari kekeliruan yang signifikan yang mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan. Paragraf ini juga menyatakan bahwa auditor telah mengevaluasi ketepatan standar akuntansi, estimasi, dan pengungkapan serta penyajian laporan keuangan. Jadi audit memberikan suatu tingkat keyakinan yang tinggi tetapi bukan merupakan jaminan.

  5. Paragraf pendapat

    Menyatakan bahwa yang diberikan adalah suatu pendapat dan bukan suatu pernyataan mutlak atau jaminan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kesimpulan yang diambil didasarkan atas pertimbangan profesional. Dalam paragraf ini auditor diminta untuk menyatakan pendapatnya mengenai laporan keuangan secara keseluruhan termasuk mengenai apakah perusahaan mengikuti standar-standar akuntansi yang berlaku umum.

  6. Tanda tangan , nama, dan nomor register akuntan publik.

    Nama ini menunjukkan partner akuntan publik atau auditor yang bertanggung jawab secara hukum dan jabatan atas mutu auditnya menurut standar profesional.

  7. Tanggal laporan audit.

    Tanggal yang dipakai adalah tanggal saat auditor telah menyelesaikan bagian terpenting dari prosedur auditing di lapangan. Tanggal ini menunjukkan sampai tanggal berapa setelah laporan keuangan auditor bertanggung jawab atas peninjauan terhadap peristiwa yang terjadi.

Kondisi Yang Menyebabkan Penyimpangan Dari Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian

* Kondisi 1    : Pembatasan ruang lingkup pemeriksaan auditor

Ini terjadi apabila auditor tidak berhasil mengumpulkan bukti yang mencukupi untuk menyimpulkan apakah laporan keuangan yang diauditnya telah disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Penyebab utama adalah pembatasan yang disebabkan oleh klien dan pembatasan yang disebabkan oleh kendala di luar auditor maupun klien.

    * Kondisi 2    : Laporan Keuangan tidak disajikan sesuai dengan GAAP

    * Kondisi 3    : Auditor tidak independen


 

Laporan Audit Lain Selain Laporan Wajar Tanpa Pengecualian

  1. Pernyataan Pendapat Tidak Wajar (ADVERSE OPINION)

    Pendapat ini diberikan bila auditor merasa yakin bahwa keseluruhan laporan keuangan yang disajikan memuat salah saji yang material atau menyesatkan sehingga tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan atau hasil operasi perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan auditor memiliki bahan bukti yang cukup memadai melalui penyelidikan yang memadai tentang ketidaksesuaian tersebut

  2. Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (DISCLAIMER OF OPINION)

    Pendapat ini diberikan bila auditor tidak berhasil untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa keseluruhan laporan keuangan telah disajikan secara wajar, karena banyaknya pembatasan ruang lingkup audit (Kondisi 1) atau hubungan yang tidak independen antara auditor dan klien menurut kode etik profesional (Kondisi 3).

  3. Penyataan Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (QUALIFIED OPINION)

    Pendapat ini diberikan apabila ada pembatasan ruang lingkup audit (Kondisi 1) atau tidak ditaatinya standar akuntansi yang berlaku umum (Kondisi 2). Pendapat ini hanya dapat digunakan apabila auditor yakin bahwa laoran keuangan secara keseluruhan disajikan secara wajar. Laporan ini dapat menyatakan pengecualian pada ruang lingkup dan pendapat (jika ditemui kondisi 1) atau hanya pada pendapat saja (jika ditemui kondisi 2). Untuk laporan jenis ini, harus dicantumkan kata "kecuali untuk" pada paragraf pendapat.

Materialitas

Salah saji dalam laporan keuangan dapat dianggap material apabila pengetahuan atas salah saji tersebut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang rasional.

TINGKAT

MATERIALITAS 

PENGARUH TERHADAP

KEPUTUSAN PEMAKAI 

JENIS

PENDAPAT 

Tidak Material


 


 

Material


 


 


 


 


 

Sangat Material


 


 

Keputusan biasanya tidak terpengaruh


 


 

-Keputusan biasanya terpengaruh jika informasi dimaksud penting thd. Keputusan ayng akan diambil

-Laporan keuangan keseluruhan dianggap disajikan secara wajar


 

Sebagian besar dari seluruh keputusan yang didasarkan pada laporan keuangan akan sangat terpengaruh 

Wajar Tanpa Pengecualian


 

Wajar Dengan Pengecualian


 


 


 


 

Menolak memberi pendapat atau pendapat tidak wajar

Catatan : ketiadaan independensi mengharuskan menolak untuk memberi pendapat, terlepas dari materialitas

Keputusan Mengenai Materialitas

  • Pertimbangan Materialitas – Kondisi Non GAAP

    Hal-hal yang harus dipertimbangkan:

  1. Jumlah rupiah dibandingkan terhadap tolok ukur tertentu

    Tolok ukur yang lazim dipakai adalah: laba bersih, total aktiva, aktiva lancar dan modal kerja.

  2. Daya ukur

    Nilai uang yang terkandung dalam salah saji tidak dapat diukur secara akurat.

    Contoh: Kewajiban kontinjen

  3. Hakekat kesalahan

    Keputusan para pemakai laporan dipengaruhi oleh jenis kekeliruan, misalnya:

  • Transaksi yang melanggar hukum atau sesuatu yang menimbulkan akibat psikis
  • Suatu pos yang dapat mempengaruhi periode mendatang, meskipun jumlahnya tidak berarti jika hanya periode sekarang yang diperhitungkan.
  • Sesuatu yang dapat menimbulkan konsekuensi penting bila dipandang dari segi kewajiban kontrak
  • Keputusan materialitas - Kondisi pembatasan ruang lingkup

    Umumnya jauh lebih sulit untuk mengevaluasi materialitas dari kekeliruan yang diakibatkan adanya pembatasan ruang lingkup daripada pelanggaran terhadap GAAP atau penerapan GAAP yang tidak konsisten.


 

Pembahasan Mengenai Kondisi Yang Menyebabkan Penyimpangan

  1. RUANG LINGKUP DIBATASI

    Apabila terdapat pembatasan ruang lingkup, laporan yang dapat dibuat adalah:

- Laporan Wajar Dengan Pengecualian

: 

Pembatasan disebabkan oleh kondisi di luar kendali klien 

- Pernyataan Tidak Memberi Pendapat

: 

Pembatasan disebabkan oleh klien 

(keduanya tergantung pada materialitasnya)

* Jika auditor tidak dapat melakukan prosedur audit yang diharapkan tetapi ia melihat ada prosedur lain yang dapat dilakukan sehingga ia akan berhasil memastikan bahwa informasi yang diperiksanya telah disajikan secara wajar, auditor dapat memberikan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian.

* Apabila prosedur pengganti tidak dapat dilaksanakan, harus dibuat klasifikasi pada ruang lingkup dan dapat diberikan pendapat Wajar Dengan Pengecualian atau Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat tergantung pada materialitasnya.


 

Ruang Lingkup Pengecualian dan Pendapat Wajar Dengan Pengecualian Karena Pembatasan Ruang Lingkup

Paragraf Pendahuluan - Standar

Paragraf Ruang Lingkup - Pengecualian

Paragraf Ketiga Tambahan

Paragraf Pendapat - Pengecualian

Penolakan Pemberian Pendapat Karena Pembatasan Ruang Lingkup

Paragraf Pendahuluan - Modifikasi Lap. Standar

Paragraf Kedua Tambahan

Paragraf Pendapat - Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat

(Paragraf Ruang Lingkup dihilangkan seluruhnya)

  1. LAPORAN KEUANGAN TIDAK SESUAI DENGAN STANDAR AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM

    Dalam hal ini, auditor dapat memberikan pendapat Wajar Dengan Pengecualian atau Pendapat Tidak Wajar tergantung pada materialitasnya. Jika jumlahnya sangat material atau sangat mempengaruhi terhadap banyak pos lain sampai harus diberikan pendapat tidak wajar, ruang lingkupnya dapat tetap, paragraf pengecualian tetap sama, tetapi paragraf pendapat akan lain.

    Apabila klien tidak mencantumkan informasi yang dibutuhkan di dalam tubuh laporan keuangan atau di catatan kaki, auditor bertanggung jawab untuk menyajikannya dalam laporan auditnya (dalam paragraf tambahan) dan memberikan pendapat Wajar Dengan Pengecualian atau Pendapat Tidak Wajar.


     

    Pendapat Wajar Dengan Pengecualian Sehubungan Tidak Memenuhi Standar Akuntansi Yang Berlaku Umum

    Paragraf Pendahuluan – Standar

    Paragraf Ruang Lingkup – Standar

    Paragraf Ketiga Tambahan

    Paragraf Pendapat Pengecualian

    Pendapat Tidak Wajar Karena Tidak Memenuhi Standar Akuntansi Yang Berlaku Umum

    Paragraf Pendahuluan – Standar

    Paragraf Ruang Lingkup – Standar

    Paragraf Ketiga Tambahan

    Paragraf Pendapat Tidak Wajar

    Pendapat Wajar Dengan Pengecualian Karena Pengungkapan Yang Tidak Memadai.

    Paragraf Pendahuluan – Standar

    Paragraf Ruang Lingkup – Standar

    Paragraf Ketiga Tambahan

    Paragraf Pendapat Pengecualian

    Tidak Ada Laporan Arus Kas

    Jika laporan ini tidak disertakan, harus ada paragraf ketiga yang menyatakan hal ini dan juga pengecualian pendapat yang dibuka dengan perkataan "kecuali untuk"

  2. AUDITOR TIDAK INDEPENDEN

    Jika auditor tidak memenuhi persyaratan independensi yang disebutkan dalam kode etik profesi, perlu dibuat pernyataan tidak memberikan pendapat meskipun semua prosedur audit untuk kondisi tersebut telah dilaksanakan.

    Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat Karena Ketiadaan Independensi

Kami tidak independen dalam hubungan dengan PT ABC, dan neraca terlampir tanggal 31 Desember 1998 serta laporan laba rugi, perhitungan laba ditahan dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut tidak kami audit. Karena itu, kami tidakmenyatakan pendapat atas laporan tersebut.

* Catatan: jika auditor tidak independen, tidak ada judul laporan yang diperlukan.


 

Laporan Audit Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan atau Modifikasi Kata / Kalimat

  1. Tidak ada konsistensi

    Auditor harus memodifikasi laporan audit dengan memberikan paragraf penjelasan di bawah paragraf pendapat yang membahas sifat perubahan tersebut dan menunjukkan kepada pemakai, catatan kaki yang membahas catatan kaki tersebut (apabila auditor setuju dengan perubahan tersebut)

    Perubahan yang mempengaruhi konsistensi dan membutuhkan paragraf penjelasan jika jumlahnya material:

  • Perubahan standar akuntansi (contoh : dari FIFO ke LIFO)
  • Perubahan entitas pelaporan
  • Koreksi atas kekeliruan yang menyangkut standar akuntansi


 

Perubahan yang memiliki daya banding tetapi tidak mempengaruhi konsistensi sehingga tidak perlu disebutkan dalam laporan keuangan adalah:

  • Perubahan estimasi
  • Koreksi kekeliruan yang tidak melibatkan standar akuntansi
  • Variasi format dan cara penyajian informasi keuangan
  • Perubahan oleh berbagai transaksi atau peristiwa yang tidak lazim.

Hal-hal tersebut di atas perlu diungkapkan dalam catatan kaki laporan keuangan. Jika klien tidak bersedia mencantumkan penjelasan tersebut secara pantas, auditor dapat memberikan pernyataan Wajar Dengan Pengecualian akibat penjelasan yang tidak mencukupi.

  1. Ketidakpastian yang material

    Auditor harus mengevaluasi dulu apakah sudah ada pengungkapan fakta relevan secara memadai dalam laporan keuangan, termasuk catatan kaki. Auditor juga harus menambahkan paragraf penjelasan untuk ketidakpastian yang material dalam kondisi:

  • Ketidak pastian adalah mungkin sekali (PROBABLE) dan material; atau
  • Ketidakpastian itu cukup mungkin (REASONABLY POSSIBLE) yaitu:
    • material dan kemungkinannya cukup besar; atau
    • sangat material
  1. Keraguan Atas Kelangsungan Hidup

    Faktor-faktor yang menyebabkan antara lain:

  • Kerugian usaha yang besar secara berulang atau kekurangan modal kerja.
  • Ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo
  • Kehilangan pelanggan utama, terjadinya bencana yang tidak diasuransikan, atau masalah perburuhan yang tidak biasa
  • Perkara pengadilan, gugatan hukum, atau masalah-masalah serupa yang sudah terjadi yang dapat membahayakan kemampuan perusahaan untuk beroperasi

Jika hal ini terjadi, auditor dapat memberikan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan

  1. Auditor Setuju Dengan Penyimpangan Standar Akuntansi Yang Berlaku

    Dalam keadaan yang tidak biasa, penyimpangan dari standar akuntansi tidak harus menghasilkan pendapat wajar dengan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan pendapat. Tetapi untuk membenarkan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor harus yakin dan harus menyatakan dalam paragraf terpisah dari laporan audit, bahwa dalam keadaan tersebut hasil yang menyesatkan dapat terjadi jika tetap berpegang pada standar akuntansi yang berlaku.

  2. Penekanan Atas Suatu Hal

    Apabila auditor ingin memberikan penekanan pada hal-hal yang spesifik pada laporan keuangan yang diperiksanya, maka ia dapat memberikan penjelasan pada paragraf terpisah di tengah laporan keuangan.

  3. Laporan Yang Melibatkan Auditor Lain

Tanggung Jawab Yg. Dipikul Oleh Auditor Utama
 

Jenis Laporan Audit 

Auditor utama bertanggung jawab penuh atas hasil kerja auditor lainnya


 

Auditor utama berbagi tanggung jawab dengan auditor lainnya


 


 

Auditor utama tidak bersedia bertanggung jawab atas hasil audit auditor lainnya, atau auditor lainnya telah membuat suatu pengecualian yang material 

Laporan Wajar Tanpa Pengecualian bentuk standar


 

Laporan Wajar Tanpa Pengecualian dengan modifi- kasi kalimat


 

Laporan Wajar Dengan Pengecualian atau pernyataan Tidak Memberikan Pendapat 


 

Lebih Dari Satu Kondisi Yang Memerlukan Penyimpangan atau Modifikasi Terhadap Laporan Standar

  • Auditor tidak independen dan auditor mengetahui bahwa perusahaan tidak mengikuti standar akuntansi yang berlaku
  • Terdapat pembatasan ruang lingkup dan auditor mengetahui adanya kewajiban kontinjen yang dapat mengakibatkan kebangkrutan bila perusahaan kalah dalam perkara tersebut
  • Tugas penelaahan menyatakan bahwa laporan keuangan tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum
  • Keraguan akan kelangsungan usaha perusahaan dan informasi mengenai ketidakpastian itu tidak diungkapkan secara memadai dalam catatan kaki
  • Terdapat penyimpangan dg. standar akuntansi yang berlaku umum dan standar akuntansi lain telah ditetapkan dengan basis yang tidak konsisten dengan tahun sebelumnya

Jumlah Paragraf Dalam laporan

Jumlah paragraf dalam laporan audit dianggap oleh banyak pemakai sebagai tanda apakah laporan keuangan tersebut benar atau ada beberapa hal yang memerlukan perhatian. Laporan tiga paragraf biasanya menunjukkan tidak ada masalah dalam audit dan lebih dari tiga paragraf menunjukkan beberapa pengecualian atau penjelasan.

Kepastian Negatif

Kepastian negatif (NEGATIVE ASSURANCE) adalah penyertaan dalam laporan audit suatu komentar tambahan yang bertolak belakang dengan pendapat auditor. Hal ini akan membingungkan pembaca mengenai hakekat pemeriksaan auditor dan tanggung jawab yang disandangnya.

0 comments:

Poskan Komentar