Jumat, 18 Februari 2011

MENYELESAIKAN AUDIT

CHAPTER 22

MENYELESAIKAN AUDIT


 

PENELAAHAN ATAS KEWAJIBAN BERSYARAT DAN KOMITMEN

    Kewajiban bersyarat adalah kemungkinan potensi kewajiban di masa mendatang kepada pihak ketiga untuk jumlah yang tidak diketahui sebagai akibat aktivitas yang telah terjadi.

Tiga kondisi yang menyebabkan adanya kewajiban bersyarat :

  1. Terdapat kemungkinan pembayaran di masa datang kepada pihak ketiga akibat kondisi saat ini
  2. Terdapat ketidakpastian atas jumlah pembayaran di masa mendatang tersebut
  3. Hasilnya akan ditentukan oleh peristiwa di masa datang.

FASB 5 mengungkapkan tiga tingkat kemungkinan ketidakpastian pembayaran di masa datang :

  • Tinggi (probable). Peristiwa mendatang mungkin terjadi
  • Sedang (reasonably possible). Kemungkinan bahwa peristiwa di masa datang akan terjadi adalah lebih besar dari remote tetapi lebih kecil dari mungkin
  • Rendah (remote). Kesempatan terjadinya peristiwa di masa datang rendah.

Prosedur audit yang lazim digunakan untuk mencari kewajiban bersyarat antara lain :

  • Tanya jawab dengan manajemen (lisan atau tulisan) mengenai kemungkinan adanya kewajiban bersyarat yang belum dicatat
  • Telaah surat ketetapan pajak tahun berjalan dan tahun lalu untuk melihat penyelesaian perselisihan atas pajak penghasilan
  • Telaah notulen rapat direksi dan komisaris serta pemegang saham atas adanya indikasi tuntutan atau kewajiban lain
  • Analisa beban legal untuk periode yang diaudit dan telaah faktur & pernyataan dari penasehat hukum atas adanya indikasi kewajiban bersyarat, khususnya tuntutan & penetapan pajak yg ditunda
  • Dapatkan konfirmasi dari seluruh pengacara utama yang melaksanakan jasa pelayanan hukum kepada klien mengenai status pending litigation atau kewajiban bersyarat lainnya
  • Telaah kertas kerja yang ada mengenai informasi yang menunjukkan potensi hal bersyarat
  • Dapatkan letter of credit sedekat mungkin dari tanggal neraca dan dapatkan konfirmasi atas saldo yang digunakan maupun yang belum digunakan.

Komitmen sangat berkaitan dengan kewajiban bersyarat. Dalam komitmen, karekteristik terpenting adalah kesepakatan untuk mengikat perusahaan atas sekumpulan kondisi yang tetap di masa mendatang tanpa melihat apa yang terjadi pada laba dan dondisi ekonomi keseluruhan.

PENELAAHAN ATAS PERISTIWA KEMUDIAN

Dua peristiwa kemudian yang memerlukan pertimbangan manajemen dan evaluasi oleh auditor adalah :

  • Peristiwa kemudian yang mempunyai dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian. Peristiwa atau transaksi ini memberikan tambahan informasi kepada manajemen dalam menentukan penilaian saldo perkiraan saat tanggal neraca dan bagi auditor dalam verifikasi saldo, misalnya ;
    • Pengumuman pailit satu pelanggan akibat memburuknya kondisi keuangan yang saldo piutang usahanya masih outstanding
    • Penyelesaian perkara hukum dengan jumlah yang berbeda dari jumlah yang dicatat dalam buku
    • Pelepasan peralatan yang tidak digunakan dalam operasi pada harga dibawah nilai buku saat ini
  • Peristiwa yang tidak mempunyai dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi pengungkapan dianjurkan. Peristiwa kemudian jenis ini memberikan bahan bukti atas kondisi yang tidak terjadi pada tanggal neraca yang dilaporkan tetapi sangat signifikan sehingga diperlukan pengungkapan meskipun tidak diperlukan penyesuaian, misalnya ;
    • Penurunan dalam nilai pasar efek-efek yang disimpan sebagai investasi sementara atau penjualan kembali efek-efek
    • Penerbitan obligasi atau efek-efek ekuitas
    • Penurunan nilai pasar persediaan sebagai konsekuensi tindakan pemerintah yang menghalangi penjualan barang
    • Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat kebakaran.

Prosedur audit untuk penelaahan peristiwa kemudian dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu :

  1. Prosedur yang dipadukan sebagai bagian dari verifikasi atas saldo perkiraan akhir tahun. Meliputi pengujian pisah batas dan penilaian yang dilakukan sebagai bagian dari pengujian terinci atas saldo.
  2. Prosedur yang dilaksanakan secara khusus dengan tujuan menemukan transaksi atau peristiwa yang harus diakui sebagai peristiwa kemudian. Prosedur ini dapat dilakukan dengan cara ;
  • Tanya jawab dengan manajemen
  • Korespondensi dengan pengacara
  • Menelaah laporan intern yang disiapkan setelah tanggal neraca.
  • Menelaah catatan yang disiapkan setelah tanggal neraca
  • Memeriksa notulen yang dibuat setelah tanggal neraca
  • Mendapatkan surat pernyataan yang dibuat klien.


 

PENGUMPULAN BAHAN BUKTI AKHIR

Pengumpulan bahan bukti akhir dilakukan dengan melakukan :

  • Prosedur analitis akhir untuk mendapatkan tinjauan obyektif akhir atas laporan keuangan
  • Evaluasi atas asumsi kelangsungan hidup sesuai yang dipersyaratkan SAS 59 untuk mengevaluasi apakah terdapat keraguan mengenai kemampuan klien menjaga kelangsungan hidupnya paling tidak satu tahun setelah tanggal neraca
  • Surat pernyataan klien sesuai SAS 19 (AU 333) yang mendokumentasikan pernyataan lisan manajemen terpenting sepanjang audit dan ditanggali sama dengan tanggal laporan audit untuk menjamin terdapat pernyataan yang dikaitkan dengan penelaahan peristiwa kemudian. Surat pernyataan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai bahan bukti yang andal tetapi menyediakan bahan bukti minimal bahwa manajemen telah ditanyakan pertanyaan tertentu dan melindungi auditor dari klaim potensial oleh manajemen yang tidak sadar atas tanggungjawabnya
  • Membaca informasi lain dalam laporan tahunan


 

MENGEVALUASI HASIL

    Saat penyelesaian penerapan prosedur audit spesifik untuk masing-masing bidang audit, adalah perlu untuk memadukan hasilnya ke dalam satu kesimpulan menyeluruh. Terakhir, auditor harus memutuskan apakah bahan bukti audit yang cukup telah dikumpulkan untuk mendukung kesimpulan bahwa laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, yang diterapkan secara konsisten dengan tahun lalu.

Dalam melakukan evaluasi hasil penugasan, auditor perlu mempertimbangkan dan melakukan hal-hal berikut :

  • Mengevaluasi kecukupan bahan bukti. Evaluasi kecukupan bahan bukti berupa penelaahan oleh auditor atas seluruh audit untuk menentukan apakah seluruh aspek penting telah secara cukup diuji dengan mempertimbangkan situasi penugasan
  • Mengevaluasi bahan bukti yang mendukung pendapat auditor. Untuk mendukung keyakinan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar
  • Pengungkapan laporan keuangan. Pertimbangan utama dalam menyelesaikan audit adalah untuk menentukan apakah pengungkapan dalam laporan keuangan telah cukup, meyakinkan bahwa saldo perkiraan dalam neraca saldo diagregasi secara benar dan diungkapkan dalam laporan keuangan.
  • Menelaah kertas kerja. Terdapat tiga alasan utama mengapa kertas kerja perlu secara menyeluruh ditelaah oleh staf audit yang lain pada saat penyelesaian audit ;
    • Untuk mengevaluasi pelaksanaan pegawai yang belum berpengalaman
    • Untuk meyakinkan bahwa audit memenuhi standar pelaksanaan kantor akuntan publik
    • Untuk menetralkan kepemihakan yang seringkali masuk ke dalam pertimbangan auditor.
  • Penelaah independen. Penelaah independen melakukan telaah atas laporan keuangan dan satu set kertas kerja untuk meyakini bahwa pelaksanaan audit telah mencukupi
  • Ikhtisar dari evaluasi bahan bukti. Evaluasi bahan bukti diikhtisarkan untuk memutuskan apakah bahan bukti mendukung pendapat dalam laporan keuangan.


 

KOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT DAN MANAJEMEN

SAS 53 dab 54 meminta auditor untuk mengkomunikasikan seluruh ketidakberesan dan unsur pelanggaran hukum kepada komite audit atau kelompok sejenis, tanpa memperhatikan materialitas. Tujuannya adalah untuk membantu komite audit dalam melaksanakan peranan supervisi atas laporan keuangan yang andal. Persyaratan ini menunjukkan peningkatan perhatian mengenai tanggungjawab auditor untuk mendeteksi dan mencegah fraud manajemen.

Unsur utama yang harus dikomunikasikan kepada komite audit atau badan sejenis adalah :

  • Tanggungjawab auditor dibawah standar auditing yang berlaku umum
  • Pokok-pokok kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan kepada laporan keuangan
  • Penyesuaian laporan keuangan yang signifikan yang ditemukan sepanjang audit dan implikasi dari penyesuaian yang telah dipilih manajemen untuk dicatat serta yang diusulkan tetapi tidak dicatat
  • Ketidaksepakatan dengan menejemen mengenai ruang lingkup audit, penerapan prinsip akuntansi dan kalimat laporan keuangan
  • Kesulitan yang dihadapi dalam melaksanakan audit, seperti kelangkaan pegawai klien dan kegagalan menyediakan informasi yang diperlukan.

Auditor dapat juga memberikan surat kepada manajemen (management letter) yang dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk memperbaiki usaha klien. Surat ini bersifat optional untuk membantu klien menjalankan usahanya dengan lebih efektif.


 

PENEMUAN FAKTA KEMUDIAN

Penemuan fakta kemudian yang dapat membuat informasi yang terdapat dalam laporan keuangan yang telah diterbitkan secara material menyesatkan, auditor mempunyai kewajiban untuk meastikan bahwa pengguna yang mengandalkan laporan keuangan telah diberitahu atas informasi tersebut. Pendekatan yang paling baik adalah dengan meminta klien menerbitkan dengan sebera laporan keuangan yang direvisi yang berisi penjelasan mengenai alasan revisi tersebut. Kalau klien menolak untuk bekerjasama dalam mengungkapkan informasi tersebut, auditor harus memberitahu dewan direksi dan komisaris atas fakta ini.


 


 

------------------mj------------------

0 comments:

Poskan Komentar