Jumat, 18 Februari 2011

RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT MENYELURUH

CHAPTER X

RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT MENYELURUH


 

JENIS-JENIS PENGUJIAN AUDIT

Pengujian dasar yang dapat dipakai dalam menentukan apakah L/K telah disajikan secara wajar, sbb :

  1. Prosedur untuk memperoleh pemahaman atas SPI
  2. Pengujian atas pengendalian .
  3. Pengujian substantif atas transaksi, prosedur analitis.
  4. Pengujian terinci atas saldo.


 

Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman atas SPI

Pada prosedur ini, auditor harus memusatkan perhatian pada rancangan dan operasi dari aspek-aspek SPI sampai seluas yang diperlukan untuk dapat merencanakan audit dengan efektif. Lima jenis prosedur audit yang berhubungan dengan pemahaman auditor atas SPI, yaitu

  1. Pengalaman auditor pada periode sebelumnya terhadap satuan usaha tersebut.
  2. Tanya jawab dengan pegawai perusahaan
  3. Pemeriksaan pedoman kebijakan dan prosedur.
  4. Inspeksi atas dokumen dan catatan.
  5. Pengamatan aktivitas dan operasi satuan usaha tersebut.

Prosedur ini dijalankan bersamaan untuk memperoleh pemahaman atas rancangan kebijakan dan prosedur pengendalian tertentu dan untuk menentukan apakah kebijakan dan prosedur tersebut telah ditempatkan dalam operasi.


 

Pengujian atas Pengendalian

Penggunaan utama atas pemahaman SPI adalah untuk menetapkan risiko pengendalian relatif terhadap berbagai tujuan pengendalian intern yang ada. Auditor dapat menetapkan risiko pengendalian pada tingkat yang mencerminkan evaluasi atas SPI klien , tetapi harus dibatasi sampai tingkat yang didukung oleh bahan bukti yang diperoleh.

    Pengujian atas pengendalian diarahkan pada efektivitas pengendalian yang mencakup jenis bahan bukti sbb :

  • Tanya jawab dengan pegawai klien
  • Inspeksi dokumen dan catatan
  • Pengamatan penerapan kebijakan dan prosedur spesifik
  • Pelaksanaan ulang oleh auditor terhadap penerapan kebijakan dan prosedur spesifik

Perbedaan dengan prosedur untuk memperoleh pemahaman atas SPI adalah bahwa dengan pengujian atas pengendalian, tujuan menjadi lebih spesifik dan pengujian menjadi lebih ekstensif.

    Jika auditor memutuskan untuk menetapkan risiko pengendalian dibawah tingkat maksimum untuk satu tujuan pengendalian intern tertentu, maka prosedur satu dapat digabung dengan prosedur dua.


 

Pengujian Substantif atas Transaksi

Pengujian substantif adalah prosedur yang dirancang untuk menguji kekeliruan atau ketidakberesan dalam bentuk uang yang langsung mempengaruhi kebenaran saldo L/K Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menentukan apakah transaksi pembukuan klien telah diotorisasi dengan pantas, dicatat dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar dan dipindahbukukan ke buku besar dan buku tambahan dengan benar.


 

Prosedur analitis

    Prosedur analitis mencakup perbandingan jumlah yang dicatat dengan perkiraan yang dikembangkan oleh auditor. Prosedur analitis ini sering berupa perhitungan rasio oleh auditor untuk dibandingkan dengan rasio tahun lalu dan data lain yang berhubungan.

Tujuan penggunaan prosedur analitis :

  1. Memperoleh pemahaman atas bidang usaha klien.
  2. Menetapkan kemampuan kelangsungan hidup suatu satuan usaha.
  3. Indikasi timbulnya kemungkinan kekeliruan dalam L/K.
  4. Mengurangi pengujian audit yang lebih rinci.


 

Pengujian Terinci atas Saldo

    Pengujian ini menitikberatkan pada saldo akhir buku besar untuk Neraca maupun rugi laba dengan penekanan utama pada Neraca. Merupakan pengujian yang penting karena bahan bukti diperoleh dari sumber yang independen dari klien sehingga berkualitas tinggi.

Pengujian ini bertujuan memberikan kebenaran moneter atas perkiraan yang berkaitan, sehingga merupakan pengujian substantif juga.


 

HUBUNGAN ANTARA PENGUJIAN DAN BAHAN BUKTI

Jenis-jenis pengujian biasanya diurutkan berdasarkan pada makin besarnya biaya yang diperlukan.

  • Prosedur analitis
  • Prosedur untuk memperoleh pemahaman atas SPI dan pengujian atas pengendalian
  • Pengujian substantif atas transaksi
  • Pengujian terinci atas saldo

Prosedur analitis merupakan prosedur yang paling murah karena relatif mudah untuk membuat perhitungan dan perbandingan. Pengujian atas pengendalian juga relatif murah karena dapat dilakukan dalam sejumlah besar pos atau unsur dalam beberapa menit.

Pengujian substantif lebih mahal karena seringkali diperlukan perhitungan kembali dan penelusuran. Pengujian terinci atas saldo paling mahal dibandingkan dengan pengujian yang lain karena dibutuhkan biaya untuk mengirim konfirmasi dan melakukan penelusuran.

Biaya untuk masing-masing bahan bukti bervariasi dalam berbagai situasi.

Hubungan antara Pengujian Atas Pengendalian dan Pengujian Substantif.

    Kekecualian dalam pengujian atas pengendalian hanya indikasi kemungkinan kekeliruan atau ketidakberesan yang mempengaruhi nilai rupiah L/K, sedangkan kekecualian dalam pengujian substantif adalah salah saji L/K.

Deviasi pengujian pengendalian yang cukup sering menyebabkan auditor percaya terdapat salah saji dalam rupiah yang material dalam L/K. Pengujian substantif biasanya dilakukan untuk menentukan apakah salah saji dalam rupiah terjadi secara aktual. Penyimpangan antara Pengujian atas Pengendalian dan Pengujian Substantif.

    Auditor dapat membuat keputusan saat perencanaan, apakah akan menetapkan risiko pengendalian dibawah maksimum. Jika risiko pengendalian yang ditetapkan dibawah maksimum, risiko penemuan yang direncanakan dalam model risiko audit ditingkatkan sehingga pengujian substantif yang direncanakan dapat dikurangi.


 

MERANCANG PROGRAM AUDIT

  1. Pengujian Atas Transaksi

    Mencakup bagian penjelasan yang mendokumentasikan pemahaman yang diperoleh mengenai SPI dengan memasukkan gambaran prosedur yang akan dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman atas SPI dan rencana tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan.

    Prosedur audit pengujian atas transaksi akan mencakup pengujian atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi dan bervariasi tergantung pada rencana risiko pengendalian yang ditetapkan.

    Diperlukan empat langkah dalam mengurangi tingkat risiko yang ditetapkan

  • terapkan tujuan pengendalian intern rinci kepada kelompok transaksi yang diuji.
  • Identifikasi kebijakan dan prosedur pengendalian spesifik yang akan mengurangi risiko pengendalian untuk masing-masing tujuan pengendalian intern.
  • Untuk masing-masing kebijakan dan prosedur pengendalian intern yang mana pengurangan risiko pengendalian dihubungkan, kembangkan pengujian atas pengendalian yang pantas
  • Bagi jenis kekeliruan dan ketidakberesan sehubungan dengan tiap pengendalian intern, rancang pengujian substantif atas transaksi yang tepat.
  1. Prosedur Analitis

    Dilakukan pada tiga tahap audit yang berbeda:

  • Tahap perencanaan, untuk menentukan bahan bukti lain yang diperlukan untuk memenuhi risiko audit yang diinginkan
  • Pelaksanaan audit, bersama-sama dengan pengujian atas transaksi dan pengujian atas saldo
  • Menjelang penyelesaian akhir audit sebagai pengujian kelayakan akhir.
  1. Pengujian Terinci Atas Saldo

    Langkah-langkah dalam perancangan pengujian terinci atas saldo adalah:

    1. Tentukan materialitas dan tetapkan risiko audit yang dapat diterima dan risiko bawaan
    2. Tetapkan risiko pengendalian
    3. Rancang dan perkirakan hasil pengujian atas transaksi dan prosedur analitis
    4. Rancang pengujian terinci atas saldo untuk memenuhi tujuan spesifik audit

    Kesulitan yang dihadapi auditor dalam merancang pengujian terinci atas saldo adalah kebutuhan untuk memperkirakan hasil dari pengujian atas transaksi dan prosedur analitis sebelum pengujian tersebut dilaksanakan.

Hubungan Tujuan Audit antara Transaksi dengan Saldo

Tujuan Audit Transaksi 

Tujuan Audit Saldo  

Sifat Dari Hubungan 

- Keabsahan

- Otorisasi

- Kelengkapan

- Penilaian

- Klasifikasi

- Saat Pelaksanaan

- Posting dan Pengikhtisaran

- Keabsahan atau Kelengkapan

- Kepemilikan

- Kelengkapan atau Keabsahan

- Penilaian

- Klasifikasi

- Pisah Batas

- Akurasi Mekanis

Pengungkapan

Hak dan Kewajiban

Penyajian dan Pengungkapan 

- Langsung

- Tidak langsung

- Langsung

- Sebagian

- Sebagian

- Langsung

- Langsung

- Tidak ada

- Tidak ada

- Tidak ada 


 

IKHTISAR PROSES AUDIT

TAHAP I    : PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PENDEKATAN AUDIT

Perencanaan awal, mendapatkan informasi mengenai latar belakang, mendapatkan informasi tentang kewajiban hukum klien, menentukan materialitas dan menetapkan risiko audit yang dapat diterima dan risiko bawaan, memahami struktur pengendalian intern dan menetapkan risiko pengendalian, mengembangkan rencana dan program audit menyeluruh.

TAHAP II    : PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN DAN TRANSAKSI

Merencanakan untuk mengurangi tingkat risiko pengendalian yang ditetapkan, melakukan pengujian pengendalian, melakukan pengujian substantif atas transaksi, menetapkan kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan.

TAHAP III    : MELAKSANAKAN PROSEDUR ANALITIS DAN PENGUJIAN TERINCI ATAS SALDO

Melakukan prosedur analitis, melakukan pengujian pos-pos kunci, melakukan pengujian saldo tambahan


 

TAHAP IV    : PENYELESAIAN AUDIT

Menelaah kewajiban bersyarat, menelaah peristiwa kemudian, mengumpulkan bahan bukti akhir, menerbitkan laporan audit, komunikasi dengan komite audit dan manajemen.


 


 


 


 

-------------------- MJ --------------------

0 comments:

Poskan Komentar