Jumat, 18 Februari 2011

UJI PETIK AUDIT UNTUK PENGUJIAN TERINCI ATAS SALDO

CHAPTER XIV

UJI PETIK AUDIT UNTUK PENGUJIAN TERINCI ATAS SALDO


 

Dalam pengujian terinci atas saldo perhatian utama adalah baik mengenai efektifitas pengendalian dan ketepatan moneter dalam sistem akuntansi. Kalau uji petik statistik digunakan untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, uji petik atribut adalah ideal karena ia mengukur tingkat keterjadian. Oleh karena itu auditor menggunakan dua jenis metode statistik yang dapat memberikan hasil yang dinyatakan dalam rupiah. Metode-metode ini adalah uji petik unit mata uang dan uji petik variabel.


 

SIFAT DARI PERMASALAHAN UNTUK PENGUJIAN TERINCI ATAS SALDO

Terdapat tiga keputusan utama yang harus dibuat oleh auditor dalam proses uji petik:

  1. Menentukan ukuran sampel, agar memungkinkan diambil keputusan. Dengan menggunakan model risiko audit( risiko deteksi = risiko bawaan x risiko pengendalian), masing-masing faktor dalam model, ditambah materialitas, akan mempengaruhi ukuran sampel yang memadai.
  2. Seleksi unsur-unsur populasi, salah satu pendekatan yang lebih baik untuk memilih sampel adalah dengan menggunakan sampel yang terstratifikasi. Uji petik terstratifikasi merupakan suatu model uji petik dimana seluruh unsur dalam populasi dibagi menjadi dua atau lebih subpopulasi. Uji petik kemudian dilakukan untuk masing-masing strata. Tujuan dari stratifikasi adalah untuk membantu auditor memberikan penekanan lebih terhadap unsur populasi tertentu dan kurang terhadap lainnya.
  3. Mengevaluasi hasil, auditor berkepentingan dengan hasil populasi bukan dengan hasil sampel.sehingga penting untuk melakukan proyeksi dari sampel ke populasi untuk mengestimasi kekeliruan dalam populasi. Langkah pertama adalah membuat suatu estimasi titik(point estimate)


 

UJI PETIK UNIT MATA UANG

Metode uji petik unit mata uang memiliki kesederhanaan statistik sebagaimana uji petik atribut, akan tetapi memungkinkan hasil statistik dinyatakan dalam nilai mata uang. Metode ini digunakan untuk menjelaskan ukuran sampel, seleksi sampel dan evaluasi hasil untuk pengujian terinci atas saldo.

Langkah-langkah uji petik unit mata uang:

Perencanaan sampel

  1. Nyatakan tujuan dari pengujian audit

    Tujuan uji petik unit mata uang, adalah untuk menentukan estimasi kekeliruan didalam populasi yang diaudit dan untuk memutuskan apakah populasi dinyatakan secara wajar. Nilai dari kekeliruan dalam uji petik unit mata uang disebut batas kekeliruan(error bound).

  2. Definisikan kondisi kekeliruan

    Kekeliruan diukur dalam bentuk nilai rupiah dalam populasi.

  3. Definisikan populasi

    Populasi didefinisikan sebagai populasi rupiah yang tercatat.

  4. Definisikan unit uji petik

    Definisikan unit uji petik sebagai rupiah individual dalam suatu saldo akun.

  5. Tentukan salah saji yang dapat ditolelir
  6. Tentukan risiko salah penerimaan yang dapat diterima

    Acceptable risk of incorrect acceptance (ARIA) merupakan risiko yang bersedia diambil oleh auditor untuk menerima suatu saldo adalah benar kalau kekeliruan sesungguhnya dalam saldo tersebut sama atau lebih besar dari salah saji yang dapat ditoleransi. Terdapat hubungan terbaik antara ARIA dengan ukuran sampel yang diperlukan.

    Faktor utama yang mempengaruhi keputusan auditor mengenai ARIA adalah tingkat risiko pengendalian dalam model risiko audit.

  7. Estimasikan tingkat kekeliruan dalam populasi

    Uji petik unit mata uang cenderung tidak efisien untuk tingkat kekeliruan yang tinggi atau sedang. Oleh karena itu suatu estimasi tingkat kekeliruan nol atau satu persen adalah biasa kalau uji petik unit mata uang digunakan.

  8. Tentukan ukuran sampel awal


 

Seleksi sampel dan pelaksanaan pengujian

  1. Pilih sampel secara acak

    Unit mata uang digunakan untuk menghitung hasil statistik, sedangkan unit fisik diperlukan untuk melakukan pengujian. Ada beberapa cara pemilihan sampel: tabel angka acak-jumlah kumulatif, uji petik statistik, dan teknik-teknik komputer.

  2. Laksanakan prosedur audit
  3. Generalisasikan dari sampel ke populasi

    Terdapat empat aspek penting dalam melakukan generalisasi dari sampel ke populasi dengan mengunakan uji petik unit mata uang:

    1. Tabel uji petik atribut digunakan untuk menghitung hasil
    2. Hasil uji petik atribut harus dikonversikan menjadi unit rupiah
    3. Auditor harus membuat suatu asumsi mengenai persentase kekeliruan untuk masing-masing unsur populasi yang keliru
    4. Hasil-hasil statistik kalau uji petik unit uang digunakan disebut batas kekeliruan.

    Auditor harus membuat asumsi mengenai persentase rata-rata kekeliruan untuk unsur-unsur populasi yang berisikan suatu kekeliruan, yang merupakan pertimbangan pribadi dalam berbagai keadaan.

  4. Analisa kekeliruan

    Auditor sebaiknya menentukan penyebab terjadinya kekeliruan dan apakah kekeliruan tersebut akan mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan.

  5. Putuskan akseptabilitas populasi


 

Keunggulan metode uji petik unit mata uang adalah:

  1. Metode ini secara otomatis meningkatkan kemungkinan terpilihnya unsur dengan nilai rupiah yang besar dari populasi yang akan diperiksa.
  2. Metode ini dapat mengurangi biaya pengujian audit sebab beberapa unsur sampel diuji sekaligus.
  3. Mudah untuk dirapkan.
  4. Memberikan kesimpulan statistik dalam bentuk rupiah.


 

Kelemahannya yaitu:

  1. Batas kekeliruan total yang timbul kalau kekeliruan ditemukan mungkin terlalu tinggi untuk berguna bagi auditor, ini disebabkan metode evaluasi ini secara inheren konservatif jika kekeliruan ditemukan dan sering menghasilkan batas yang jauh melebihi materialitas.
  2. Merupakan hal yang tidak praktis untuk memilih sampel unit rupiah dari populasi yang besar tanpa bantuan komputer.


 

UJI PETIK VARIABEL

Formula yang digunakan auditor untuk menghitung nilai rata-rata dari unsur dalam sampel sebagai berikut:

_

X = 

xj

n

 

dimana :

_

x = nilai rata-rata dari sampel

xj = nilai dari setiap unsur sampel individu

n = ukuran sampel

Setelah menghitung x untuk masing-masing sampel, auditor menggambarkannya dalam suatu distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi dari rata-rata sampel seperti ini selalu normal dan memiliki seluruh karakteristik dari kurva normal: (1) kurvanya simetris, dan (2) rata-rata sampel terletak didalam bagian yang diketahui dari distribusi uji petik disekitar rata-rata, diukur dengan jarak sepanjang sumbu horisontal yang dinyatakan dalam bentuk standar deviasi.

Pengetahuan mengenai distribusi uji petik memungkinkan auditor untuk menarik kesimpulan statistik(yaitu untuk membuat statistik inferens) mengenai populasi. Kita dapat menghitung interval keyakinan(confidence interval) dari rata-rata populasi dengan menggunakan logika yang diperoleh dari mempelajari distribusi uji petik;


 

CI = X + Z . SE

Dimana

CI = interva l keyakinan untuk rata-rata populasi

X = estimasi titik untuk rata-rata populasi

Z = koefisien keyakinan

SE = standar kekeliruan dari rata-rata


 

Estimasi perbedaan digunakan untuk mengukur estimasi jumlah kekeliruan total dalam suatu populasi kalau terdapat baik nilai tercatat maupun nilai yang diaudit untuk masing-masing unsur dalam sampel. Estimasi perbedaan sering menghasilkan ukuran sampel lebih kecil dari metode lainnya , dan lebih mudah digunakan.


 

Estimasi rasio hampir sama dengan estimasi perbedaan kecuali bahwa estimasi titik dari kekeliruan populasi ditentukan dengan mengalikan bagian sampel yang salah yang dinyatakan satuan mata uang dengan total nilai bukupopulasi yang tercatat.


 

Acceptable risk of incorrect acceptance(ARIA) merupakan risiko statistik bahwa auditor menerima suatu populasi yang sesungguhnya salah saji secara material.

Acceptable risk of incorrect rejection(ARIR) bahwa auditor berkesimpulan suatu populasi secara material salah saji jika sebenarnya tidak.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

--------------------------- MJ---------------------------

0 comments:

Poskan Komentar