Jumat, 18 Februari 2011

UJI PETIK AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI

CHAPTER XII

UJI PETIK AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN

DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI


 

SAMPLE REPRESENTATIF

Adalah sample yang memiliki karakteristik yang sama dengan populasi.

Dua hal yang menyebabkan sample menjadi tidak representatif :

  1. Kekeliruan non uji petik (nonsampling error/non sampling risk)

    Terjadi jika pengujian audit tidak mengungkapkan adanya pengecualian di dalam sample.

    Penyebab : - kegagalan auditor untuk mengetahui adanya pengecualian

     - prosedur audit yang tidak memadai atau tidak efektif.

Cara untuk menghilangkan : - perancangan prosedur audit yang cermat

- supervisi serta instruksi yang jelas    

  1. Kekeliruan uji petik (sampling error/sampling risk)

    Merupakan bagian yang melekat pada uji petik yang disebabkan melakukan pengujian yang lebih kecil dari keseluruhan populasi

    Cara untuk menghilangkan : - meningkatkan ukuran sample

    - menggunakan metode seleksi pos atau unsur sample dari populasi yang m emadai


     

STATISTIK VS NONSTATISTIK SAMPLING

Mempunyai persamaan yaitu terdiri dari 4 langkah sbb :

  1. Perencanaan sample, bertujuan menjamin bahwa pengujian audit dilaksanakan dengan cara yang sesuai untuk memberikan risiko uji petik yang diinginkan dan untuk meminimalkan kemungkinan risiko uji petik.
  2. Seleksi sample, meliputi keputusan bagaimana memilih unsur sample dari populasi.
  3. Pelaksanaan pengujian, yaitu pemeriksaan dokumen dan melakukan pengujian audit lainnya.
  4. Evaluasi hasil, mencakup penarikan kesimpulan berdasarkan pengujian audit.


 

Perbedaan :

  1. Sampling Statistik : menggunakan teknis-teknis pengukuran matematis untuk menghitung hasil statistik formal. Bermanfaat untuk mengkuantifikasi risiko uji petik pada perencanaan sample dan evaluasi hasil. Hanya cocok untuk sample probabilistis (tiap unsur populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih).
  2. Sampling Non Statistik : memilih unsur-unsur sample yang diyakini dapat memberikan informasi yang berguna pada populasi tersebut (sample non probabilistik) dan keputusan yang diambil lebih berdasarkan pertimbangan. Sering disebut judgemental sampling.

Hubungan antara metode seleksi sample dengan evaluasi hasil .

Metode seleksi sample 

Metode evaluasi hasil 

 

Statistik 

Non statistik 

Probabilistik 

Disukai 

Dapat diterima

Non probabilistik 

Tidak dapat diterima 

Wajib 


 

METODE SELEKSI SAMPLE NON PROBABILISTIK

Merupakan metode yang tidak memenuhi persyaratan teknis untuk seleksi sample probabilistis sehingga representatif tidaknya sampel mungkin sulit ditentukan.

Terdiri dari :

  1. Seleksi Sampel Terarah (Directed Sample Selection)

    Merupakan pemilihan sample berdasarkan kriteria pertimbangan profesional yang dibuat auditor. Kriteria mungkin berkenaan dengan representativeness atau mungkin kriteria yang tidak umum dipakai, yaitu unsur yang paling mungkin mengandung salah saji, unsur mengandung karakteristik populasi terpilih, Rupiah terbesar yang tercakup.

  2. Block sampling.

    Seleksi beberapa sample secara berurutan. Sekali unsur pertama dalam blok terpilih, maka unsur sisa terpilih secara otomatis ; untuk pengujian atas transaksi hanya dapat diterima jika digunakan jumlah blok yang cukup.

  3. Seleksi sembarangan (haphazard sample selection).

    Jika auditor mengamati suatu populasi dan memilih unsur untuk sampel tanpa memperhatikan ukuran,sumber, atau karakteristik lain yang membedakan ; auditor berupaya untuk menyeleksi tanpa memihak. Kelemahan : kesulitan untuk sama sekali tidak memihak dalam memilih unsur yang menjadi sample.


     

METODE SELEKSI SAMPEL PROBABILISTIS

Sampel dipilih secara spesifik agar mewakili populasinya.

Langkah penerapan :

  1. Population of interest harus diterapkan. Populasi : sekumpulan data atau informasi mengenai apa yang diharapkan auditor untuk menarik kesimpulan. Populasi harus diterapkan konsisten dengan tujuan audit dan uji petik yang mendasari sampel yang diambil.
  2. Uji petik harus ditetapkan. Unit uji petik adalah item tunggal dalam populasi. Keseluruhan unit uji petik membentuk total populasi.

Metode untuk memperoleh sampel probabilistis :

  1. Seleksi Sampel Acak Sederhana.

    Merupakan sampel dimana setiap kombinasi yang mungkin dari unsur-unsur didalam populasi yang memiliki kesempatan sama untuk menjadi sampel ; digunakan untuk memilih sampel yang tidak tersegmentasi untuk tujuan audit.

    1. Tabel angka acak : daftar angka acak yang disusun independen secara teratur dalam bentuk tabular yang memungkinkan seleksi angka acak dengan banyak digit. Yakinkan bahwa seleksi sampel tidak memihak.
    2. Pembuatan angka acak dengan komputer. Terdapat 3 jenis yaitu program spreadsheet elektronik, generator angka acak dan software audit yang umum.
    3. Pertimbangan khusus dengan angka acak :
  • Penyingkiran : angka acak tidak sebanding dengan angka unsur populasi sehingga menjadi tidak bermanfaat.
  • Uji petik dengan penempatan kembali dengan vs uji petik tanpa penempatan kembali.

    - penempatan kembali : unsur populasi dapat diikutkan dalam sampel lebih dari sekali ; jarang digunakan.

    - tanpa penempatan kembali : unsur populasi diikutkan dalam sampel hanya sekali.

  1. Seleksi sampel sistematis.

    Auditor menghitung suatu interval dan kemudian memilih unsur sampel secara metodis berdasarkan besarnya interval. Interval ditentukan dengan membagi ukuran populasi dengan banyaknya unsur sampel yang diinginkan.

  2. Probabilitas proporsional dengan ukuran.

    Mengambil sampel dimana probabilitas untuk mengambil sampel tunggal adalah proporsional dengan jumlah yang dicatat ; menggunakan monetary unit sampling.

  3. Seleksi sampel stratifikasi.

    Digunakan dengan variabel sampling ; memilih sampel dengan tekanan pada item populasi yang mempunyai jumlah tercatat besar.


 

ATRIBUT UJI PETIK ( ATTRIBUTES SAMPLING )

  • Metode statistik yang digunakan untuk mengestimasi proporsi unsur-unsur dalam satu populasi ayang mengandung karakteristik atau atribut yang menjadi kepentingan.
  • Proporsi ini disebut tingkat keterjadian ( occurance rate ) dan merupakan rasio dari unsur yang mengandung atribut khusus terhadap jumlah unsur populasi dan dinyatakan alam prosentasi.
  • Auditor berkepentingan dengan terjadinya beberapa jenis pengecualian dalam populasi data akuntansi berikut :
  1. Deviasi terhadap prosedur pengendalian yang dibuat klien.
  2. Kekeliruan atau penyimpangan moneter dalam populasi data transaksi.
  3. Kekeliruan atau penyimpangan moneter dalam populasi rincian saldo akun.
  • Occurance rate/pengecualian dalam sampling acak atau sistematis merupakan ukuran yang tidak bias atas tingkat pengecualian dalam keseluruhan populasi tertentu. Berarti untuk sampel tertentu, tingkat pengecualian sampel merupakan taksiran terbaik auditor terhadap tingkat pengecualian populasi, tetapi ada kemungkinan tingkat pengecualian sampel berbeda dengan tingkat pengecualian populasi.
  • Pengecualian : penyimpangan terhadap prosedur pengendalian yang telah ditentukan dan kepada situasi dimana jumlah moneter tidak benar, apakah karena kesalahan akuntansi yang tidak disengaja maupun oleh sebab lain.


 

DISTRIBUSI UJI PETIK ( SAMPLING DISTRIBUTION )

  • Merupakan suatu frekuensi distribusi dari hasil-hasil atas suatu seluruh sampel yang mungkin dari suatu ukuran tertentu yang dapat diperoleh dari populasi yang berisi beberapa parameter spesifik.
  • Estimasi atribut didasarkan pada distribusi binomial, yaitu distribusi dari seluruh sampel yang mungkin dimana unsur-unsur populasi masing-masing memiliki satu atau dua pernyataan yang mungkin.


 

APLIKASI DARI ATRIBUT SAMPLING

Perencanaan Sampel

  1. Nyatakan tujuan dari pengujian audit
  2. Definisikan atribut dan kondisi deviasi
  3. Definisikan populasi
  4. Definisikan unit uji petik
  5. Tentukan tingkat deviasi yang dapat ditoleransi
  6. Tentukan risiko pengendalian yang lebih dapat diterima
  7. Estimasikan tingkat deviasi populasi
  8. Tentukan ukuran sampel awal
    1. ukuran populasi;
    2. tingkat deviasi yang dapat ditoleransi;
    3. risiko pengendalian lebih pada pengendalian intern yang dapat diterima;
    4. tingkat deviasi populasi yang diharapkan.


     

Seleksi Sampel dan Pelaksanaan Pengujian

  1. Pilih sampel secara acak
  2. Laksanakan prosedur audit


     

Evaluasi Hasil

  1. Generalisasikan dari sampel untuk populasi
  2. Analisa deviasi
  3. Putuskan akseptabilitas populasi tersebut


     

PERTIMBANGAN LAIN

Beberapa pertimbangan penting yang berkaitan dengan pemilihan ukuran sampel, yaitu :

  1. Seleksi Acak dengan Pengukuran Statistik

    Perlu dipahami oleh auditor mengenai perbedaan antara seleksi acak dengan pengukuran statistik dalam penentuan pemilihan ukuran sampel.

  2. Dokumentasi yang cukup

    Penting bagi auditor untuk memelihara catatan mengenai prosedur yang dilaksanakan, metode yang digunakan untuk menyeleksi sampel dan melaksanakan pengujian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan yang ditarik.

  3. Kebutuhan akan pertimbangan profesional

    Penerapan uji petik atribut memerlukan pertimbangan profesional dalam langkah-langkahnya.


     


     


     


     


     


     


 

--------------------- ari
------------------

0 comments:

Poskan Komentar