Minggu, 10 April 2011

Pengaruh Budaya Asing Terhadap Generasi Muda Indonesia

Pengaruh Budaya Asing Terhadap Generasi Muda Indonesia


 

                                    


 

Maraknya aksi-aksi imoral anak muda dewasa ini memang sudah cukup memprihatinkan. Apalagi ditambah pudarnya nilai-nilai budaya lokal kian memperparah keadaan. Meskipun demikian generasi muda tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Banyak hal yang menyebabkan kondisi generasi muda Indonesia menjadi kurang peka terhadap nilai-nilai budaya tradisional. Penyebab utama tentu saja adalah masuknya budaya asing ke dalam sendi-sendi kehidupan masyrakat Indonesia.

Budaya asing yang masuk ke indonesia membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan generasi muda Indonesia disaat ini. Dari semua budaya asing yang masuk menyusupi rangka kehidupan tidak semuanya membawa dampak positif bagi generasi muda saat ini, untuk generasi muda harus dapat memilah-milah sendiri mana yang sebaiknya ditinggalkan dan mana yang masih dalam taraf nilai nilai lokal untuk kemudian diaplikasikan dalam kebudayaan lokal. Dalam menyikapi kebudayaan yang masuk, sudah barang tentu generasi muda harus berupaya menanggulanginya agar jati diri sebagai generasi muda penerus bangsa tidak rusak.

Banyaknya tindak kejahatan yang terjadi saat ini merupakan salah satu bukti dari gagalnya generasi muda membedakan baik buruknya budaya asing yang masuk.Tindak kriminal, narkoba,tawuran, perkosaan, pergaulan bebas terjadi karena generasi muda meniru kebudayaan asing yang menurut mereka sudah tidak tabu lagi untuk diikuti. Fenomena inilah yang terjadi pada generasi muda saat ini akibat tidak bisa memilah budaya asing yang masuk. Dalam hal ini pemerintah dan juga generasi muda mulai saat ini, seharusnya jangan begitu saja menerima budaya asing yang masuk agar generasi muda Indonesia tidak hancur dan generasi muda dapat membangun Indonesia menjadi salah satu negara yang maju tanpa sepenuhnya terpengaruh budaya asing.

Pondasi utama masalah ini tentu saja adalah arus globalisasi yang tak bisa dibendung lagi. Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja yang berdandan layaknya selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim, bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal jika ditilik kedalam akar budaya masyarakat Indonesia cara berpakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan kebudayaan. Tak ketinggalan pula gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan jati diri kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi hilang karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone. Tingkat autisme semakin meningkat dikarenakan perkembangan dari fitur-fitur handphone.

Fenomena merebaknya jejaring pertemansn menjadi sebuah wacana tersendiri. Sedikit banyak generasi muda menjadi salah satu manuskrip manusia negara asing. Mereka seolah mengadopsi sepenuhnya prosedur penggunaan jejaring sosial yang diajarkan oleh pihak asing. Generasi muda Indonesia menjadi salah satu copy-cat generasi muda-"bebas"-negara asing.

Parahnya lagi, yang lebih membuat hati miris bisa kita lihat saat terjadi bencana dimana-mana, dalam maupun luar. Mereka lebih sibuk menjadikan bencana tersebut sebagai "sarana bercanda mereka" dibandingkan membentuk solidaritas peduli bencana. Adapula yang dengan gaya "sok bijak" menertawakan bencana tersebut.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya yang akhir akhir ini mulai terangkat lagi,geng motor. Dengan bersembunyi dibalik mantel organisasi berbasis ketertarikan (interest based organization) mereka dengan sekenanya melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, nantinya akan jadi seperti apa generasi muda Indonesia ini. Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Politik sudah bukan satu-satunya alat perpecahan organisasi, generasi tua juga bukan satu satunya yang terpecah belah akibat organisasi. Nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Tentu sudah bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dimasa mendatang jika generasi muda yang nantinya akan mengisi kehidupan bermsyarakat nasional kehilangan rasa bangga memiliki jiwa Indonesia.

Berdasarkan hasil analisa dan uraian di atas, pengaruh negatif masuknya budaya asing terlihat cukup banyak dan tentunya cukup menyumbangkan dalam kehancuran moral generasi muda Indonesia. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif masuknya budaya asing terhadap nilai-nilai nasionalisme.

Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :

  1. Bersikap kritis dan hati-hati (aware) terhadap budaya asing.
  2. Meningkatkan pengetahuan dan teknologi yang disertai peningaktan iman dan takwa.
  3. Menumbuhkan rasa cinta terhadap negara yang dilandasi nasionalisme yang kuat.
  4. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  5. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  6. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  7. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.


 

Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga generasi muda tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

Generasi penerus bangsa indonesia khususnya diharapkan agar mampu mengantisipasi dan memilah-milah terhadap budaya asing yang yang masuk ke indonesia karena budaya tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan kita dan akan berdampak sangat buruk terhadap eksistensi budaya ini, karena budaya asing, banyak penyimpangan dilakukan oleh segelintir masyarakat indonesia khususnya kaum pemuda yang mengadopsi cara hidup mereka dari berbagai budaya asing yang masuk ke indonesia.


 


 


 

Referensi: wikiku.com

0 comments:

Poskan Komentar