Kamis, 03 Maret 2016

It's Started with a Chocolate - The Good Wrapped One





2013.10.31

Selesai audit interim datanglah Exit Meeting. Well, biasanya tugas yang sifatnya jalan jalan kayak gitu udah ada daftar nama namanya, even sebelum undangan itu muncul.

Cuma kali ini sepertinya rada lain, mungkin ketika ngeliat situasi lebih baik bawa orang baru biar gampang diatur. Sebenernya ketua tim gw udah coba nge loby supaya masuk namnya, biar sekalian pulang katanya.

3 Hari di Batam. Not quite my kind of thing to be honest. Bagudung udah sampe kontek temennya yang di batam. Ya dia rencana mau nitip beliin DSLR. Rich girl she is.

Gw lebih fokus sama kerjaan, dimana sebenernya itu acara bukan exit meeting, tapi kompilasi lebih tepatnya. Kompilasi skala nasional. Belum mengingat kondisi wilayah yang kami audit berbeda dengan kebanyakan pastinya nanti bakal menjadi masalah tersendiri.

Dan benar terjadi. Masalah. Yah, untungnya masih bisa gw handle sendiri. woo hoo. Selesai acara kami sempetin jalan jalan. Pimpinan minta ditemenin nyari oleh oleh. Since it the first time to me, i accept that request.

Sore hari cerah, di rangkaian ruko ruko di tengah padatnya kota batam kami jalan. Yap, jalan dari hotel ntah kemana. There's alot of foreign stuff out there, with a nice price.

Sampailah kami di tempat oleh oleh. Senyum pelayan menyapa kami,
"bisa dibantu pak?"
"Itu, nyari coklat", pimpinan gw menjawab. Sedikit terkejut sebenernya. Coklat?
"Buat anak saya, dia minta titp itu", pimpinan gw melanjutkan. Gw masih terdiam, bingun lebih tepatnya. Dalam hati gw mikir gw mau ngapain disini coba.

Sembari beliau asik memilih milih rasa coklat dan ukurannya, mba pelayannya gantian menyapa gw
"Masnya sebelah sini ada juga mas"
Gw ngeliat rak rak penuh berisi coklat. Ah a foreign chocolate, what a nice taste my boss have. Ga terlalu berbeda dengan rak rak sebelah yangt dilihat bos gw. Lalu gw melihat satu box yang cantik.

"Cocok itu mas buat ceweknya" mba nya berkata
Sontak terkejut gw. Yang pertama gw ga ngerasa diperhatikan, yang kedua gw ga punya cewek. Oh well bingung jadinya. Dalam kebingungan itu sebenernya hampir kutinggalkan coklat itu. Kebetulan boss udah selesai milih dan checkout beliau, ntah habis berapa ratus ribu beliau.

Somehow, tangan gw reflek mengambil itu coklat. Biarpun ga terpikir buat siapa nantinya. Terima kasih alam bawah sadar sudah mengingatkan.

Ketika terpegangnya itu coklat tiba tiba teringat bagudung gw. Oh god, this will be a perfect gift to her i guess. Senyum mengembang di bibir gw, mba nya pun seolah mengerti sambil tersenyum simpul memandang gw. Nyadar disenyumin mba nya, segera kubayar coklatnya. Buru buru pulang kami. Langit ternyata ga seindah ketika kami berangkat tadi.

Hujan deras mengguyur kota. Kami berteduh sembarimenunggu waktu shalat. Selesai shalat kami balik. Disana sudah menunggu administrasi terkahir, yang konyolnya belum selesai juga setalh kami tinggal.

Pimpinan menyerahkan semuanya sama gw, oh damn how i can get out?
Terpaksa  gw menunggu. Waktu udah menunjukan jam 10. Dan masih belum selesai. Ku sms pimpinan, beliau menyarankan meng sms panitia dengan me mention namanya.

Semenit berlalu, kemudian terdengar bunyi notifikasi sms.
"Iya mas maaf, masnya nunggu besok pagi aja ya, nanti saya proses duluan"
What?.. So i just waste my time here.
Teringatnya titipan bagudung. Gw sms temen gw minta temenin. Tenrnyata hampir semua toko sudah tutup. aaaaaaaargh. Lalu gw sms temen gw. Titipan gw bisa?

"Ada bos, Jack D 350 disini, kuambil 2, buatmu satu buatku satu"

Sip, titipan temen terpenuhi.
Selesai mengurus administrasinya, kami pulang. In order to make a sorry, i bought a box of donut to bagudung and friends.

---------------------------------------------------------------------------------

Sesampainya di kamar, temen gw datang mengmbil titipannya. mereka menawarkan malam ini, kutolak saja langsung. Mengingat kondisi yang masih capek. Boks Donat kukasih temen. Termasuk bagudung, yang dengan raut muka rada kecewa karena sebelumnya udah gw kabari kondisi disana.

Lalu ketika anak anak asik dengan botol dan donatnya kukeluarin boks coklat gw. Kukasih bagudung. Tersenyum kulihat. Gw yang terpana ngeliat dia jadi lupa kata kata yang udah gw susun sebelumnya.

"Ini ada oleh oleh buatmu, kemaren kau nitip ini kan?"
Well, entah darimana datangnya kata nitip itu. Sama sekali ga ada di kata kata keren yang gw rencanain. Oh damn it

Temen gw bertanya, "Apaan itu, Parfum?"
Kujawab, "bukan, makanan"

Temen gw cuma bilang ooooohhh. Gw ga tau temen gw segan mau ceng in gw, atau terpana gw bisa kepikiran ambil coklat. Dari boks nya memang ga nampak, dari labelnya nampak gambar coklat. Temen gw cuma senyum senyum mereka. Gw cuek aja.

Masih kulihat bagudung dengan sekotak coklatnya
 It feels like the best feeling to me, even after i screwed up my cool speech, but who care anyway"
Setelah satu boks donat habis, masih tersisa satu boks donut dan satu kotak coklat. Ntah mengapa ga ada yang minta dibuka coklatnya. Baguslah kurasa.

Kenyang dan puas, mereka balik semua. Termasuk bagudung yang diantar temennya.
Gw rebahan. Istirahat sembari merasa melayang layang.

"Terima kasih alam bawah sadar."
---------------------------------------------------------------------------------

 Some days later, i received message from bagudung.
She said "thanks for the gift, i appreciate it."
"And really like it", she continue.
 It obvious that the one happiest that day is bagudung. But contrary to that, maybe i am the one who fly away, blowed up by a message.

"My friend came to my foom and saw it, and then he asked, what is that? from who?" bagudung replied.
I said, "what's your answer?"

"It's a chocolate, from my friend" she said.
I feel bad putting her in that position so i said that i am sorry giving you gift that burden you

She said, "no it's Ok"
Well good for you i guess.

A picture received. and a text followed.

"Look, i can open it and still can re wrap it,"
"So i can eat it and save the box"
 Oh well, i am not sure how i feel. I know what it means but i am afraid to think that way.
Instead complementing her wraping skill, i critized her. The ribbon seems a little bit off. (really? ooh god, i hate myself, what an asshole)

"bagudung is typing..."
 I know my mistake and type again. "The box is good, big enough, but is that all? is the chocolate only that less?"

"bagudung is typing..."
...
 a picture received.

 "Here i fixed the ribbon, it look beautifull now"
...
"Yes, thats all, and i don't even ate a single one"
 Wow, so i paid for the box i guess. Do you mind trying it and tell me what's it taste like?

....
"OK"
....
"it taste like bittersweet"



 ---------------------------------------------------------------------------------
 Later that year, i still remember that she always said that
"everything come in pair"
When you take the sweet, you know that you will get the bitter as well.
You can't choose only to laugh all day, One day you will cry too.

But that day is the happy day for me, maybe the happiest. And i choose to laugh all day.




---------------------------------------------------------------------------------
SLO  2016.3.3 7.16PM aaaah.. the taste of hot tea on an empy stomach is priceless. Get shalat and then dinner... yooo hooo... it feels like a year. lol.







0 comments:

Poskan Komentar