Senin, 13 Desember 2010

[BAB 13] AUDITING : TEST PENJUALAN DAN SIKLUS PENAGIHAN : PIUTANG

COMPLETING THE TESTS IN THE SALES AND COLLECTION CYCLE :
ACCOUNTS RECEIVABLE


Metode untuk merancang tes detail atas saldo.

Memutuskan tes yang memadai atas saldo bukan hal yang mudah. Auditors biasanya menggunakan kertas kerja perencanaan bukti.

Tujuan audit atas saldo accounts receivable.

• Detail tie-in : accounts receivable dibuat aging sesuai dengan master file.
• Existence
• Completeness
• Accuracy
• Classification
• Cutoff
• Realizable value
• Rights
• Presentation and disclosure.

Dalam menyusun kertas kerja perencanaan bukti, auditor biasanya menempuh langkah-langkah berikut ini :

• Menentukan materialitas dan menetapkan risiko audit beserta inherent risk atas accounts receivable.
• Menetapkan control risk atas siklus sales and collection.
• Merancang dan melaksanakan tes atas kontrol dan substantif tes atas transaksi dalam siklus sales and collection.
• Merencanakan dan melaksanakan prosedur analitis atas saldo accounts receivables.
• Merencanakan tes mendetail atas saldo accounts receivable untuk memenuhi tujuan audit atas accounts receivable.
Auditor merancang prosedur audit, besar sampel, item yang akan diambil, dan waktu pengujian.

Tes detail atas saldo.

Tes detail yang terpenting yang dilakukan dalam pengujian accounts receivable adalah konfirmasi.
• Accounts receivable ditambahkan dengan benar dan sesuai dengan master file dan buku besar. Aging atas saldo menjadi penting karena allowance dan biaya atas uncollectible accounts receivable berdasarkan pada estimasi dari hasil aging.
• Accounts receivable yang tercatat benar-benar ada. Dari konfirmasi dapat diyakini keberadaan accounts receivable. Untuk accounts receivable yang tidak dikonfirmasi dapat ditelusuri dari dokumen penjualan dan penerimaan kas sebagai prosedur alternatif.
• Accounts receivable seluruhnya tercatat. Tes yang dilakukan biasanya dengan membandingkan antara saldo dengan control account. Cara lain adalah dengan melakukan tes silang dari hasil tes atas transaksi penjualan.
• Accounts receivable dicatat dengan akurat. Akurasi yang tidak dikonfirmasi, dapat dilakukan dengan menguji dokumen penjualan dan penerimaan kas.
• Accounts receivable diklasifikasikan dengan layak. Klasifikasi di sini dimaksudkan pemisahan yang tegas di antara berbagai jenis receivable, misalnya notes dan accounts receivable.
• Pisah batas telah tepat. Pisah batas di sini meliputi pisah batas penjualan, sales return and allowance, dan penerimaan kas.
• Accounts receivable dicatat pada realizable value. Hal ini berhubungan erat dengan pengujian atas allowance for uncollectible account.
• Klien berhak atas accounts receivable. Perlu ditelusuri apakah accounts receivable tersebut telah dijaminkan, difaktorkan, atau dijual.
• Accounts receivable telah disajikan dan diungkapkan dengan layak. Segala hal yang berhubungan dengan accounts receivable telah diungkapkan dengan memadai, dan saldo dlam receivable benar-benar memenuhi kriteria receivable.

Konfirmasi atas accounts receivable.

AICPA mensyaratkan dilakukannya konfirmasi atas account receivable kecuali jika jumlahnya tidak material, konfirmasi yang diterima lambat dan diragukan keandalannya, serta bila inherent risk dan control risk rendah sehingga dapat digunakan prosedur alternatif pengumpulan bukti.
Konfirmasi yang dikirim klien harus diawasi oleh auditor dan hasi konfirmasinya langsung dikirim kepad auditor.
Keputusan penting dalam melakukan konfirmasi di antaranya:
• Jenis konfirmasi positif atau negatif. Konfirmasi negatif dilakukan bila :
 Jumlah satuan accounts receivable banyak, namun nilainya masing-masing kecil.
 Control risk dan inherent risk rendah.
 Tidak ada alasan konfirmasi itu tidak akan diperhatikan.
• Waktu konfirmasi, sedekat mungkin dengan tanggal neraca.
• Jumlah sampel yang akan dikonfirmasi.
• Pemilihan item yang akan diuji, biasanya dilakukan dengan stratifikasi.

Apabila konfirmasi positif tidak ditanggapi, auditor perlu menguji lagi penerimaan kas setelah tanggal konfirmasi, memastikan tidak ada sales invoice ganda, menelusuri dokumen pengiriman, dan berkorespondensi dengan klien.
Konfirmasi yang diterima dan terdapat perbedaan, perlu ditindaklanjuti. Perbedaan tersebut mungkin timbul karena telah dibayar sebelum tanggal konfirmasi namun belum diterima oleh klien pada saat itu, barang yang dikirim oleh klien belum diterima pada tanggal konfirmasi, telah terjadi pengembalian barang yang dikirim karena tidak sesuai dengan yang diminta, dan mungkin juga karena kesalahan klerikal.


Baca Juga:
Bab 1 Auditing : Tinjauan Sekilas
Bab 3 Auditing : Etika Profesi
Bab 4 Auditing : Kewajiban Hukum
Bab 5 Auditing : Tujuan dan Tanggung Jawab Auditing
Bab 6 Auditing : Bukti Audit
Bab 13 Auditing : Test Penjualan dan Siklus Penagihan
Bab 14 Auditing : Audit Sampling for Test of Details of Balance

0 comments:

Poskan Komentar