Senin, 13 Desember 2010

[BAB 5] AUDITING : TUJUAN DAn TANGGUNG JAWAB AUDIT

AUDIT RESPONSIBILITIES AND OBJECTIVES



Tujuan audit laporan keuangan adalah agar auditor dapat memberikan opininya bahwa laporan keuangan tidak terdapat kesalahan material dan telah sesuai dengan standar yang berlaku secara umum.

Tanggung Jawab Auditor

Manajemen bertanggun jawab atas kebenaran laporan keuangan yang di aAuditor tidak menjamin kebenaran atas suatu laporan keuangan, namun Auditor bertanggung jawab dalam melaksanakan audit sesuai aturan yang berlaku umum / GAAS yaitu :

1. Melakukan verifikasi atas laporan keuangan yaitu untuk mendeteksi salah saji material
2. Menemukan kekeliruan, ketidakberesan dan unsur pelanggaran hukum yang material . Kekeliruan/ salah saji terdapat dua macam yaitu :
• Errors adalah kekeliruan salah saji yang tidak disengaja.
• Irregularities adalah kesalahan yang disengaja seperti kecurangan manajemen dan kecurangan pegawai atau penggelapan.

Siklus Laporan Keuangan

Laporan keuangan dibagi menjadi komponen yang lebih kecil untuk memudahkan pelaksanaan audit. Pembagian biasanya berdasarkan transaksi yang erat hubungannya satu dengan lainnya ( pendekatan siklus ).

Contohnya siklus penjualan dan penerimaan kas, siklus perolehan dan pembayaran, siklus penggajian dan pembayaran, siklus persediaan dan pergudangan, dll.

Asersi Manajemen

Merupakan sebuah pernyataan dari manajemen tentang transaksi dan akun dalam laporan keuangan. Asersi manajemen terdiri dari :
• Keberadaan atau keterjadian
• Kelengkapan
• Hak dan Kewajiban
• Penilaian dan Alokasi
• Penyajian dan Pengungkapan

Tujuan Audit Transaksi

Tujuan audit dimaksudkan sebagai kerangka kerja bagi auditor dalam mengumpulkan bahan bukti kompeten yang cukup yang disyaratkan dalam standar pekerjaan lapangan dan memutuskan bahan bukti yang pantas dikumpulkan sesuai dengan penugasan .



Tujuan audit tersebut dapat dibedakan menjadi :
• Tujuan audit umum transaksi. Terdiri dari eksistensi, kelengkapan, akurasi, klasifikasi serta posting dan perkiraan .
• Tujuan audit khusus transaksi. Menerapkan tujuan umum pada kelompok transaksi /siklus.

Tujuan Audit Untuk Saldo

a. Tujuan umum :
• Eksistensi - angka-angka yang dicantumkan memang ada ( eksis ).
• Kelengkapan - angka -angka yang ada telah dimasukkan seluruhnya .
• Akurasi - jumlah yang ada disajikan pada jumlah yang benar.
• Klasifikasi - angka yang dimasukkan di daftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat .
• Pisah batas (Cut Off ) - transaksi yang dekat tanggal neraca dicatat pada periode yang tepat .
• Kecocokan rincian (detail tie in) - rincian dalam saldo akun sesuai dengan angka-angka buku besar tambahan , dijumlah kebawah benar dalam saldo akun, dan sesuai dengan jumlah dalam buku besar .
• Nilai realisasi - aset dinyatakan dalam jumlah yang diestimasi dapat direalisasi.
• Hak dan Kewajiban - Kewajiban harus menjadi milik suatu entitas berkaitan dengan hutang , sedangkan hak selalu dikaitkan dengan aktiva .
• Penyajian dan Pengungkapan - saldo perkiraan dan persyaratan pengungkapan yang berkaitan telah disajikan dengan pantas dalam laporan keuangan.
b. Tujuan khusus :
Tujuan khusus bagi setiap saldo perkiraan dapat dikembangkan setelah tujuan umum dipahami paling sedikit harus ada satu tujuan, khusus untuk setiap tujuan umum kecuali jika auditor menganggap tujuan itu tidak relevan.



Pencapaian Tujuan Audit

Audit merupakan suatu proses dimana dalam pelaksanaanya harus mengikuti tahap-tahap sesuai dengan standar yang berlaku. Proses Audit adalah metodologi pelaksanaan audit yang jelas untuk membantu auditor dalam mengumpulkan bahan bukti pendukung yang kompeten.

Tahap-tahap dalam proses Audit:
1. Merencanakan dan merancang pendekatan audit
• Mendapatkan pengetahuan atas bidang usaha klien .
• Memahami struktur pengendalian intern klien dan menetapkan risiko pengendalian intern.
2. Pengujian pengendalian dan transaksi .
3. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo .
4. Menyelesaikan audit dan menerbitkan laporan audit .



Baca Juga:
Bab 1 Auditing : Tinjauan Sekilas
Bab 3 Auditing : Etika Profesi
Bab 4 Auditing : Kewajiban Hukum
Bab 5 Auditing : Tujuan dan Tanggung Jawab Auditing
Bab 6 Auditing : Bukti Audit
Bab 13 Auditing : Test Penjualan dan Siklus Penagihan
Bab 14 Auditing : Audit Sampling for Test of Details of Balance

0 comments:

Poskan Komentar